• Latest
  • Trending
  • All
Pajak yang Kita Bayar, Jalan yang Kita Tanya

Pajak yang Kita Bayar, Jalan yang Kita Tanya

November 3, 2025
Ekspansi Besar BI Tahun 2026 : Transaksi QRIS Siap Hasilkan 17 Miliar, Hadir di 8 Negara dan Bidik 45 Merchant 

Ekspansi Besar BI Tahun 2026 : Transaksi QRIS Siap Hasilkan 17 Miliar, Hadir di 8 Negara dan Bidik 45 Merchant 

February 16, 2026
Libur Imlek 2026, Lebih dari 60 Ribu Tiket KA di Daop 8 Surabaya Sudah Terjual

Libur Imlek 2026, Lebih dari 60 Ribu Tiket KA di Daop 8 Surabaya Sudah Terjual

February 14, 2026
Tahun 2025 Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,33%, BI Jawa Timur Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2026 Terjaga

Tahun 2025 Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,33%, BI Jawa Timur Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2026 Terjaga

February 11, 2026
Kolaborasi AJP dan Dinas Pendidikan Jatim Hadirkan Saresehan Pelajar Jatim 2026, Siap Tingkatkan Kreatifitas Menulis, Komunikasi dan Percaya Diri Gen Z

Kolaborasi AJP dan Dinas Pendidikan Jatim Hadirkan Saresehan Pelajar Jatim 2026, Siap Tingkatkan Kreatifitas Menulis, Komunikasi dan Percaya Diri Gen Z

February 5, 2026
Program PEGAS Jember Berhasil Perbaiki Status Gizi 90,12% Balita Stunting

Program PEGAS Jember Berhasil Perbaiki Status Gizi 90,12% Balita Stunting

January 30, 2026
inDrive Ads Siap Jadi Sumber Pendapatan Baru untuk Perkuat Ekosistem Ride-Hailing

inDrive Ads Siap Jadi Sumber Pendapatan Baru untuk Perkuat Ekosistem Ride-Hailing

January 29, 2026
Antisipasi Super Flu, Pemkot Surabaya Keluarkan SE Kewaspadaan Dini

Antisipasi Super Flu, Pemkot Surabaya Keluarkan SE Kewaspadaan Dini

January 27, 2026
Jatim Siap Jadi Pionir Talent DNA Nasional melalui Penguatan Pendidikan Berbasis Potensi Peserta Didik

Jatim Siap Jadi Pionir Talent DNA Nasional melalui Penguatan Pendidikan Berbasis Potensi Peserta Didik

January 27, 2026
Perkuat Riset Interdisipliner, ITS Hadirkan Ilmuwan Influence Bagus Muljadi

Perkuat Riset Interdisipliner, ITS Hadirkan Ilmuwan Influence Bagus Muljadi

January 24, 2026
HUT ke-53 PDI Perjuangan: DPC Surabaya Perkuat Konsolidasi Internal Menuju Pemilu 2029, Targetkan15 Kursi DPRD Kota

HUT ke-53 PDI Perjuangan: DPC Surabaya Perkuat Konsolidasi Internal Menuju Pemilu 2029, Targetkan15 Kursi DPRD Kota

January 12, 2026
Gercep, BPBD Langsung Atasi Dampak Angin Puting Beliung di Bandara Juanda

Gercep, BPBD Langsung Atasi Dampak Angin Puting Beliung di Bandara Juanda

January 10, 2026
Cuaca Ekstrem : Angin Puting Terjang Bandara Juanda Terminal T1, Puluhan Kendaraan Rusak Tertimpa Pohon

Cuaca Ekstrem : Angin Puting Terjang Bandara Juanda Terminal T1, Puluhan Kendaraan Rusak Tertimpa Pohon

January 9, 2026
Monday, February 16, 2026
No Result
View All Result
Jatim Hits
  • Peristiwa
  • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Gaya Hidup
    • Kuliner
    • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
  • Tragedi
    • Kriminal
  • Etalase
  • Inspirasi Tokoh
    • Sepenggal Cerita
  • Nusantara
  • TV
  • Adv
Jatim Hits
No Result
View All Result
Home Opini Jejak Pendapat

Pajak yang Kita Bayar, Jalan yang Kita Tanya

Oleh : Riko Hardiansyah

by jatimhits
November 3, 2025
in Jejak Pendapat
Pajak yang Kita Bayar, Jalan yang Kita Tanya

Riko Hardiansyah

Share on FacebookShare on Twitter

P ajak bagi saya bukan sekadar angka di laporan keuangan, tetapi napas yang menghidupi jalan yang saya lewati, lampu yang menyala di malam hari, dan ruang publik tempat anak-anak bermain. Namun dalam praktiknya, sistem perpajakan daerah sering kali menghadapi labirin kebijakan yang rumit, salah satunya melalui opsen pajak, yakni tambahan persentase atas Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang dipungut oleh kabupaten/kota berdasarkan ketentuan pajak provinsi.

Di Sidoarjo, opsen menjadi instrumen fiskal yang penting. Ia adalah “setitik darah” dalam tubuh Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menopang pembangunan infrastruktur dan layanan publik. Namun, di tengah ambisi menuju tata kelola pajak modern melalui program TaxCited Sidoarjo 2025, muncul pertanyaan reflektif apakah sistem opsen saat ini cukup adil, efisien, dan adaptif terhadap realitas sosial-ekonomi masyarakat Sidoarjo yang terus berubah? Mengapa isu opsen PKB dan BBNKB penting dibahas? Karena di wajah keadilan fiskal lokal diuji.

Data menunjukkan bahwa Sidoarjo, sebagai salah satu penyangga perekonomian utama Jawa Timur yang memberikan kontribusi besar terhadap peredaran kendaraan bermotor di provinsi ini. Namun sebagian penerimaan pajaknya tetap terhenti di provinsi. Skema opsen yang berlaku kadang menimbulkan ketimpangan fiskal vertikal antara provinsi dan kabupaten.

Sementara itu, masyarakat di tingkat bawah masih sering mengambil manfaat langsung dari pajak kendaraan yang mereka bayar. Jalan berlubang di desa, kemacetan di kota, atau pelayanan publik yang belum merata membuat sebagian warga merasa “membayar tanpa melihat hasil.”
Mendesaknya pembenahan muncul bukan untuk meniadakan opsen, tetapi untuk menatanya agar sejalan dengan semangat “Pajak Kita untuk Kita.”

Tulisan ini berangkat dari kegelisahan saya sebagai warga Sidoarjo yang ingin memahami sekaligus menawarkan refleksi, bagaimana opsen PKB dan BBNKB dapat dikelola secara lebih adil dan produktif? Saya tidak bermaksud menuding siapa pun, melainkan mengajak kita semua yakni pemerintah daerah, legislatif, pelaku usaha, dan masyarakat untuk meninjau kembali filosofi dasar pajak daerah, gotong royong fiskal untuk kesejahteraan bersama.

Secara normatif, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah memberi ruang bagi kabupaten/kota untuk memungut opsen pajak kendaraan bermotor. Tujuan mulia, memperkuat otonomi fiskal daerah. Namun praktiknya masih menghadapi paradoks.

Kabupaten seperti Sidoarjo memiliki mobilitas tinggi, menjadi jalur utama ekonomi Surabaya–Malang, tetapi penerimaan dari opsen PKB/BBNKB belum sepenuhnya mencerminkan beban fiskal akibat padatnya kendaraan di wilayah ini. Ironisnya, kerusakan jalan dan kebutuhan infrastruktur meningkat seiring volume kendaraan, namun dana yang masuk tak selalu sebanding dengan biaya pemeliharaan yang harus ditanggung daerah.

Dengan kata lain, opsen sering kali menjadi “pendapatan pasif” yang tidak elastis terhadap kebutuhan riil daerah. Program TaxCited Sidoarjo 2025 hadir sebagai langkah progresif untuk menata ulang sistem pajak daerah dengan empat pilar yakni digitalisasi layanan, edukasi wajib pajak, optimalisasi PAD, dan pelayanan prima.

Namun, di lapangan, tantangan yang dihadapi bukan hanya pada sistemnya, tetapi pada kepercayaan masyarakat. Banyak masyarakat yang belum memahami mana aliran dana opsen mereka bermuara. Transparansi menjadi kunci. Jika melihat masyarakat jalan-jalan diperbaiki dari dana pajak kendaraan mereka, maka akan tumbuh secara organik.

Digitalisasi melalui sistem E-Billing, E-SPTPD, hingga dashboard real-time adalah jawaban strategi untuk mengurangi kebocoran dan meningkatkan akuntabilitas.

Tetapi, teknologi tanpa edukasi hanyalah alat kosong. Maka, literasi fiskal harus tumbuh dibarengi dengan inovasi digital, agar masyarakat tidak hanya membayar, tetapi juga memahami dan mengawasi.

Saya teringat sebuah ironi sederhana. Di satu sisi, warga kota dengan kendaraan mewah membayar pajak yang persentasenya sama dengan pengendara motor tua di desa. Padahal, dampak sosial-ekonomi mereka berbeda jauh. Kebijakan tersebut memerlukan keberpihakan yang lebih progresif misalnya melalui skema tarif bertingkat berdasarkan kapasitas mesin atau tingkat emisi karbon, sejalan dengan semangat pajak hijau (green tax) yang mulai diterapkan di beberapa daerah. Dengan demikian, pajak bukan hanya alat fiskal, tetapi juga alat moral yang menumbuhkan kesadaran lingkungan dan keadilan sosial.

TaxCited bukan sekadar program digitalisasi, ia adalah simbol transisi budaya birokrasi Sidoarjo menuju keterbukaan. Melalui Sistem Informasi Geografis (GIS) Pajak, potensi data kendaraan dan objek pajak dapat disimpan secara akurat. Dengan demikian, opsen PKB dan BBNKB bisa lebih tepat sasaran, tidak lagi sekedar “pungutan administratif,” melainkan instrumen pembangunan berbasis data.

Jika sistem ini terintegrasi lintas instansi (Bapenda, BPN, Samsat, hingga perizinan usaha), maka setiap rupiah dari opsen bisa ditelusuri dan dipertanggungjawabkan. Pada titik ini, keadilan fiskal bukan lagi wacana, melainkan praktik nyata.

Sebagai warga Sidoarjo, saya percaya pajak bukan beban, melainkan bentuk cinta kita di daerah. Namun cinta itu perlu arah dan tata. Opsen PKB dan BBNKB adalah potensi besar yang bisa menjadi sumber keadilan fiskal, asalkan dikelola dengan prinsip transparansi, partisipasi, dan inovasi.

Kita tidak sedang berbicara tentang angka semata, tetapi tentang kepercayaan. Tentang bagaimana masyarakat mau membayar, karena yakin uangnya kembali dalam bentuk jalan yang mulus, udara yang bersih, dan layanan publik yang cepat.

Jika TaxCited 2025 menjadi jembatan antara sistem digital dan kesadaran moral warga, maka opsen bukan lagi sekadar potongan pajak, melainkan simbol gotong royong modern. Rakyat membayar bukan karena takut sanksi, tapi karena mencintai daerahnya.

Maka, izinkan saya menutup dengan ajakan sederhana. Mari kita rawat pajak seperti kita merawat rumah sendiri. Karena pada akhirnya, pajak daerah bukan tentang pemerintah yang memungut, tetapi tentang kita yang membangun bersama, dari, dan untuk Sidoarjo.

Post Views: 49
Tags: Kabupaten SidoarjoPajakPajak kendaraan bermotorRiko HardiansyahTaxCited Sidoarjo 2025
Share199SendTweet125
jatimhits

jatimhits

Related Posts

No Content Available
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Perahu Penyeberangan Berpenumpang 50 Orang Hanyut di Sungai Brantas Jombang

Perahu Penyeberangan Berpenumpang 50 Orang Hanyut di Sungai Brantas Jombang

December 12, 2024
Asyik Ngobrol, Pemotor Tabrak Truk Mogok di Flyover Peterongan 1 Tewas 1 Luka

Asyik Ngobrol, Pemotor Tabrak Truk Mogok di Flyover Peterongan 1 Tewas 1 Luka

November 28, 2024
Tim Gabungan Buru Pelaku Penganiayaan di Mojosongo

Tim Gabungan Buru Pelaku Penganiayaan di Mojosongo

November 28, 2024
Turunkan covid -19 , BI Jatim beri bantuan

Bank Indonesia, BMPD dan IPEBI Jatim Sumbang Alat Terapi Oksigen ke RSUD DR. Soetomo

0
CEGAH KLUSTER KELUARGA, PEMKOT SURABAYA SIAPKAN RS DARURAT DI TIAP KELURAHAN

CEGAH KLUSTER KELUARGA, PEMKOT SURABAYA SIAPKAN RS DARURAT DI TIAP KELURAHAN

0
Busukan di Kampung 1001 Malam Dupak, Gubernur Khofifah Bagi 250 Paket Sembako kepada Warga ‘Unregistered People’

Busukan di Kampung 1001 Malam Dupak, Gubernur Khofifah Bagi 250 Paket Sembako kepada Warga ‘Unregistered People’

0
Ekspansi Besar BI Tahun 2026 : Transaksi QRIS Siap Hasilkan 17 Miliar, Hadir di 8 Negara dan Bidik 45 Merchant 

Ekspansi Besar BI Tahun 2026 : Transaksi QRIS Siap Hasilkan 17 Miliar, Hadir di 8 Negara dan Bidik 45 Merchant 

February 16, 2026
Libur Imlek 2026, Lebih dari 60 Ribu Tiket KA di Daop 8 Surabaya Sudah Terjual

Libur Imlek 2026, Lebih dari 60 Ribu Tiket KA di Daop 8 Surabaya Sudah Terjual

February 14, 2026
Tahun 2025 Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,33%, BI Jawa Timur Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2026 Terjaga

Tahun 2025 Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,33%, BI Jawa Timur Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2026 Terjaga

February 11, 2026
Jatim Hits

Copyright © 2021 Jatimhits.

Navigate Site

  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Gaya Hidup
    • Kuliner
    • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
  • Tragedi
    • Kriminal
  • Etalase
  • Inspirasi Tokoh
    • Sepenggal Cerita
  • Nusantara
  • TV
  • Adv

Copyright © 2021 Jatimhits.