Jatimhits.id (Gresik) – Puncak peringatan HUT ke-11 PT Metatu Nusantara Jaya (MNJ) Surabaya menggelar Metatu Bersholawat bertajuk “Doa untuk Bangsa, Merajut Kedamaian Dunia” dengan menghadirkan sejumlah ulama dan habaib terkemuka, di antaranya Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf, Habib Ali Kwitang, Habib Jindan, serta Gus Ali Masyhuri dari Pondok Pesantren Bumi Sholawat yang di gelar di Desa Metatu, Gresik, Senin malam (1/6/2026)
Gelaran doa bersama ini untuk mengetuk pintu langit tengah dunia internasional masih dibayangi kecemasan akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak terhadap berbagai sektor kehidupan global, PT MNJ justru memilih menghadirkan ruang kebersamaan yang dikemas dengan nuansa religi yang kental dengan lantunan sholawat dan doa yang hadir lebih dari 20 ribu orang, dari berbagai daerah di Jawa Timur maupun luar provinsi.
Lautan manusia yang terlihat meadati lokasi acara menjadi gambaran bagaimana perjalanan PT MNJ tidak hanya bertumbuh dari sisi bisnis, tetapi juga berkembang menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan, masyarakat ulama, habaib, dan berbagai elemen bangsa dalam satu majelis yang penuh keberkahan.
Menurut Direktur Utama PT MNJ, H. Abdul Rohim, kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan dan keamanan bangsa dan dunia.
Menurutnya, meskipun situasi global saat ini tidak menunjukkan akibat eskalasi konflik timur tengah dan dampaknya juga dirasakan oleh berbagai negara, termasuk Indonesia, semangat persatuan dan optimisme tidak boleh pudar.
“Semoga Indonesia meskipun merasakan dampak konflik yang terjadi di Timur Tengah, tetap bisa menjadi negara yang kuat dan mampu melewati krisis ini,” ujarnya.
Lebih lanjut Abah Rohim panggilan akrabnya mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan Metatu Bersholawat merupakan agenda tahunan perusahaan, sebagai bentuk rasa syukur atas apa yang diperolehnya.
Kegiatan tersebut lahir dari kecintaannya terhadap sholawat, para habib, serta para ulama yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup dan usahanya.
Dengan iringan sholawat yang menggema hingga larut malam, peringatan HUT ke-11 PT MNJ pun menjadi simbol optimisme bahwa di tengah gejolak dunia, Indonesia masih memiliki kekuatan dan harapan besar dalam bingkai kebersamaan dan persaudaraan.
Diakuinya saat ini berbagai tantangan ekonomi maupun situasi global yang tidak menentu, namun hingga saat ini dirinya tetap berkomitmen melakukan kegiatan keagamaan yang telah menjadi tradisi tahunan perusahaan.
“Kami ingin berbagi kebahagiaan bersama masyarakat melalui sholawat. Semoga doa-doa yang dipanjatkan malam ini membawa keberkahan, kedamaian, dan kebaikan bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.
Di balik momentum HUT Ke-11 PT.MNJ berharap mampu mempertahankan eksistensi sekaligus memperluas skala bisnisnya.
Terbukti perusahaan yang di pimpin Abah Rokim ini semakin berkembang dan semakin luas. Sehingga kawasan perusahaan ini menjadi pusat berbagai aktivitas usaha PT MNJ.
Pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Selain menjadi simbol pertumbuhan perusahaan, kawasan baru PT MNJ juga dinilai mampu menampung jamaah dalam jumlah lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.
Melalui Metatu Bersholawat, PT MNJ ingin menegaskan bahwa kemajuan perusahaan harus berjalan seiring dengan kontribusi sosial dan spiritual.
Sebab, menuju Indonesia Emas bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik, melainkan juga menjaga persatuan, memperkuat moralitas, di tengah berbagai tantangan zaman.
Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan serta menjaga keamanan agar acara ini berjalan dengan lancar, PT MNJ melibatkan anggota kepolisian, TNI, LPM Suramadu, dan organisasi kemasyarakatan setempat. (Dsy)
























