• Latest
  • Trending
  • All
Kolaborasi Unusa dan Unicef bersama Pemprov Jatim Kenalkan Beras Fortifikasi Jadi Solusi Atasi Sunting Jawa Timur

Kolaborasi Unusa dan Unicef bersama Pemprov Jatim Kenalkan Beras Fortifikasi Jadi Solusi Atasi Sunting Jawa Timur

August 1, 2025
Surabaya Bersiap! ISOPLUS Marathon 2026 Digelar 4 Oktober, Targetkan 10.000 Pelari

Surabaya Bersiap! ISOPLUS Marathon 2026 Digelar 4 Oktober, Targetkan 10.000 Pelari

April 19, 2026
Polisi Bongkar Penjualan Anak Komodo ke Thailand: Dikemas dalam Paralon, Dijual Rp500 Juta Per Ekor

Polisi Bongkar Penjualan Anak Komodo ke Thailand: Dikemas dalam Paralon, Dijual Rp500 Juta Per Ekor

April 16, 2026
DCI Indonesia Resmikan Data Center E2 di Surabaya, Siap Perkuat Ekosistem Digital Indonesia Timur

DCI Indonesia Resmikan Data Center E2 di Surabaya, Siap Perkuat Ekosistem Digital Indonesia Timur

April 12, 2026
Unair Cetak Rekor Lagi: 5 Pasangan Kaembar Lolos SNBP 2026

Unair Cetak Rekor Lagi: 5 Pasangan Kaembar Lolos SNBP 2026

April 8, 2026
Antara Inovasi dan Ancaman: Film ‘Akal Imitasi’ Bongkar Sisi Gelap AI di Dunia Pendidikan

Antara Inovasi dan Ancaman: Film ‘Akal Imitasi’ Bongkar Sisi Gelap AI di Dunia Pendidikan

April 8, 2026
Akibat Skandal Naikkan Suku Bunga, KPPU Vonis 97 Pinjol Bersalah, Total Denda Rp 755 Miliar

Akibat Skandal Naikkan Suku Bunga, KPPU Vonis 97 Pinjol Bersalah, Total Denda Rp 755 Miliar

March 31, 2026
Ketat! Hanya 68 Siswa Lolos Kandidat Penerima Golden Ticket UNAIR dari 3.855 Pendaftar

Ketat! Hanya 68 Siswa Lolos Kandidat Penerima Golden Ticket UNAIR dari 3.855 Pendaftar

March 31, 2026
Antisipasi Dampak Ketegangan Geopolitik  Amerika- Israel dengan Iran,Gubernur Khofifah Gelar Diskusi Publik Bersama Bupati/Wali Kota se-Jatim

Antisipasi Dampak Ketegangan Geopolitik  Amerika- Israel dengan Iran,Gubernur Khofifah Gelar Diskusi Publik Bersama Bupati/Wali Kota se-Jatim

March 27, 2026
Pastikan Penanganan Cepat, Kalaksa BPBD Jatim Tinjau Langsung Banjir Pasuruan di Hari Pertama Masuk Kerja Usai Libur Lebaran

Pastikan Penanganan Cepat, Kalaksa BPBD Jatim Tinjau Langsung Banjir Pasuruan di Hari Pertama Masuk Kerja Usai Libur Lebaran

March 26, 2026
Pemprov Jatim tetapkan WFH Hari Rabu, Ini Alasannya

Pemprov Jatim tetapkan WFH Hari Rabu, Ini Alasannya

March 26, 2026
Program Safety Briefing, inDrive Pastikan Kesiapan Pengemudi Hadapi Lonjakan Penumpang di hari Raya

Program Safety Briefing, inDrive Pastikan Kesiapan Pengemudi Hadapi Lonjakan Penumpang di hari Raya

March 26, 2026
Antisipasi Cuaca Ekstrem Jelang Lebaran 2026, BPBD Jatim  Berkolaborasi dengan BMKG Juanda Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Daerah Tapal Kuda

Antisipasi Cuaca Ekstrem Jelang Lebaran 2026, BPBD Jatim  Berkolaborasi dengan BMKG Juanda Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Daerah Tapal Kuda

March 17, 2026
Sunday, April 19, 2026
No Result
View All Result
Jatim Hits
  • Peristiwa
  • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Gaya Hidup
    • Kuliner
    • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
  • Tragedi
    • Kriminal
  • Etalase
  • Inspirasi Tokoh
    • Sepenggal Cerita
  • Nusantara
  • TV
  • Adv
Jatim Hits
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Kolaborasi Unusa dan Unicef bersama Pemprov Jatim Kenalkan Beras Fortifikasi Jadi Solusi Atasi Sunting Jawa Timur

by jatimhits
August 1, 2025
in Pendidikan
Kolaborasi Unusa dan Unicef bersama Pemprov Jatim Kenalkan Beras Fortifikasi Jadi Solusi Atasi Sunting Jawa Timur

oplus_2

Share on FacebookShare on Twitter

Kolaborasi Unusa dan Unicef bersama Pemprov Jatim Kenalkan Beras Fortifikasi Jadi Solusi Atasi Sunting Jawa Timur

Jatimhits.id (Surabaya) –  Masalah gizi atau Triple burden of malnutrisi yaitu 3 masalah gizi yang biasanya dihadapi suatu negara secara bersamaan yaitu kekurangan gizi (termasuk stunting dan wasting), kekurangan zat gizi mikro (seperti anemia), dan kelebihan gizi (obesitas) tidak hanya di hadapi di Indonesia tetapi juga sering terjadi di negara-negara berkembang dan bahkan dapat ditemukan dalam satu keluarga. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu dilakukan modifikasi bahan pangan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat.

Berbagai terobosan dilakukan untuk menurunkan kasus ini. Salah satunya  dengan modifikasi bahan pangan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat, seperti beras, tepung, garam dan minyak.

Oleh karena itu untuk mendukung peningkatan gizi masyarakat Unusa melakukan kolaborasi strategi dengan UNICEF dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui program Fortifikasi Pangan Berskala Besar (FPBB).

Salah satu langkah strategis yang dilakukan dalam kolaborasi tersebut, yakni peluncuran Program Fortifikasi Pangan Berskala Besar (FPBB) yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Pemprov Jatim Ady Karyono mewakili Gubernur Jawa Timur yang digelar di ruang Nusantara, Hotel JW Marriott Surabaya, Kamis, (31/6/2025).

Program FPBB bertujuan untuk meningkatkan kualitas pangan yang dikonsumsi masyarakat dengan menambahkan zat gizi penting ke dalam bahan makanan pokok seperti tepung terigu, minyak goreng dan garam. Inisiatif ini diharapkan mampu mencegah berbagai masalah kesehatan seperti anemia, gangguan pertumbuhan anak, hingga gangguan kognitif yang disebabkan oleh kekurangan gizi.

Program Fortifikasi Pangan Berskala Besar (FPBB) yang dilakukan saat ini adalah memodifikasi bahan pangan atau yang disebut fortifikasi bahan pangan yaitu beras. Beras adalah makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia.

IMG20250731103104
Bentuk kernel beras yang akan di campurkan dengan beras putih polos.

Dimana modifikasi yang dilakukan adalah mencampur atau mengoplos kernel beras dengan beras putih polos. Dimana di dalam kernel beras yang bentuknya mirip dengan butiran beras ini  mengandung Zink, Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B3, Vitamin B6, Vitamin B9, Vitamin B12, Zat Besi.

Dimana untuk menghasilkan beras fortifikasi yang sudah memenuhi SNI 9372:2025 diperlukan campuran kernel beras sebanyak 1% dengan beras putih polos sebanyak 99%

Kandungan zat gizi dan mineral dalam Fortifikasi Beras  sangat bermanfaat untuk meningkatkan nilai gizi beras yang dapat mencegah defisiensi mikronutrien, selain itu membantu memenuhi kebutuhan nutrisi terutama bagi anak-anak dan ibu hamil untuk mencegah penyakit akibat kekurangan gizi.

IMG20250731102111
Rektor Unusa Prof. Achmad Jazidie,

Menurut Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Prof. Achmad Jazidie, Unusa saat ini sangat komitmen mendukung peningkatan gizi masyarakat Indonesia. Dimana dengan melakukan program fortifikasi beras yang dilakukan saat ini sangat relevan karena beras merupakan makanan pokok masyarakat.

“Selama ini kita makan karbohidratnya banyak, gizinya sedikit. Kalau berasnya sendiri sudah mengandung vitamin dan mineral, otomatis asupan gizi jadi lebih baik,” ujarnya.

Lebih lanjut Guru Besar Teknik Elektro, khususnya dalam bidang Robotika mengatakan bahwa dengan memodifikasi bahan pangan atau yang disebut fortifikasi bahan pangan ini merupakan salah satu langkah strategis yang cepat namun efektif untuk menyelesaikan masalah gizi terutama gizi kurang maupun kekurangan zat gizi mikro.

Sejak 2021 hingga saat ini, Unusa telah menjalin kemitraan  erat dengan UNICEF dan telah melakukan berbagai langkah konkret untuk mengatasi permasalahan kesehatan pada bayi hingga remaja di Jawa Timur, mulai dari stunting hingga obesitas. Pada 2024, Unusa bersama UNICEF memulai analisis situasi Fortifikasi Pangan Berskala Besar (FPBB) dan kali ini turut menggandeng Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Menurut Prof Jazidie sebagai institusi akademik, Unusa tidak hanya terlibat dalam edukasi masyarakat, tetapi juga aktif dalam penelitian, monitoring dan evaluasi, serta peninjauan kebijakan terkait fortifikasi pangan di Jawa Timur

“Sehingga program yang dirancang ini diharapkan bisa menjadi solusi efektif untuk memenuhi kebutuhan zat gizi mikro masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap dengan edukasi yang tepat, masyarakat akan mengonsumsi beras fortifikasi secara luas tanpa harus mengubah pola makan.

“Kebiasaan tetap makan nasi bisa terus dilakukan, tapi kini dengan gizi yang cukup, lewat Beras Fortifikasi” kata Jazidie

IMG 20250731 WA0047
Kepala Unicef Wilayah Jawa, Tubagus Ari Rukmantara,

Sementara itu Kepala Unicef Wilayah Jawa, Tubagus Ari Rukmantara menilai Jawa Timur sebagai pionirdalam penerapan fortifikasi pangan sejak puluhan tahun lalu seperti garam beryodium hingga tepung terigu, semuanya dimulai dari Jawa Timur. Efektivitasnya luar biasa dan berdampak besar karena populasinya mencapai 41 juta.

“Jawa Timur memiliki populasi lebih dari 41 juta jiwa. Jika program fortifikasi beras dijalankan secara merata, dampaknya akan sangat besar,” jelas Tubagus.

Ia juga menggarisbawahi terkait efisiensi  biaya dari program fortifikasi ini, berdasarkan pengamatannya, fortifikasi beras hanya membutuhkan tambahan sekitar Rp 1.000 per kilogram,.
‘
‘Dengan biaya semurah itu namun dapat memberikan manfaat hingga 17 kali lipat dalam jangka panjang sehingga nantinya dapat menekan jumlah stunting,” ungkarnya.

Dengan pendekatan multisektor dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, fortifikasi beras diharapkan menjadi langkah konkret dalam mengatasi stunting dan kekurangan gizi  tidak hanya di Jawa Timur tetapi di seluruh wilayah Indonesia

Lebih lanjut, Tubagus menilai bahwa nantinya program ini bisa menjadi model nasional bahkan internasional, dan bisa memberi efek jangka panjang hingga 2045 mendatang .

Ditempat yang sama Ady Karyono Sekretaris Daerah Pemprov Jatim, Provinsi Jawa Timur berkomitmen akan meningkatkan ketahanan pangan dan perbaikan gizi masyarakat melalui program fortifikasi pangan secara luas. Dan fortifikasi beras yang menjadi langkah strategis karena beras menjadi bahan makanan pokok sebagian besar masyarakat.

“Program ketahanan pangan dan gizi masyarakat menjadi prioritas utama sesuai dokumen perencanaan pembangunan. Setelah minyak goreng, garam, dan tepung terigu, komoditas selanjutnya yang akan difortifikasi adalah beras,” ujar Adhy Karyono.

Nantinya dengan terobosan baru mencampur kernel beras dengan beras putih polos ini dapat meningkatkan gizi masyarakat.

Dengan hadirnya Beras Fortifikasi yang bermanfaat untuk meningkatkan nilai gizi beras sehingga dapat mencegah defisiensi mikronutrien, selain itu membantu memenuhi kebutuhan nutrisi terutama bagi anak-anak dan ibu hamil untuk mencegah penyakit akibat kekurangan gizi.

“Nantinya beras fortifikasi akan dimasukkan dalam program bantuan pangan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, sekaligus mendukung target penurunan angka stunting,” ujarnya. (Dsy)

Post Views: 81
Tags: Beras FortifikasiPemprov jatimUnicefUnusa
Share198SendTweet124
jatimhits

jatimhits

Related Posts

Unair Cetak Rekor Lagi: 5 Pasangan Kaembar Lolos SNBP 2026

Unair Cetak Rekor Lagi: 5 Pasangan Kaembar Lolos SNBP 2026

by jatimhits
April 8, 2026
0

...

Ketat! Hanya 68 Siswa Lolos Kandidat Penerima Golden Ticket UNAIR dari 3.855 Pendaftar

Ketat! Hanya 68 Siswa Lolos Kandidat Penerima Golden Ticket UNAIR dari 3.855 Pendaftar

by jatimhits
March 31, 2026
0

...

Wujud Kepedulian Masyarakat, Unair Lepas Bantuan 10.000 Paket Sembako Program Berkah Ramadhan 2026 untuk 18 Kabupaten di Jawa Timur

Wujud Kepedulian Masyarakat, Unair Lepas Bantuan 10.000 Paket Sembako Program Berkah Ramadhan 2026 untuk 18 Kabupaten di Jawa Timur

by jatimhits
March 13, 2026
0

...

Kolaborasi AJP dan Dinas Pendidikan Jatim Hadirkan Saresehan Pelajar Jatim 2026, Siap Tingkatkan Kreatifitas Menulis, Komunikasi dan Percaya Diri Gen Z

Kolaborasi AJP dan Dinas Pendidikan Jatim Hadirkan Saresehan Pelajar Jatim 2026, Siap Tingkatkan Kreatifitas Menulis, Komunikasi dan Percaya Diri Gen Z

by jatimhits
February 5, 2026
0

...

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Perahu Penyeberangan Berpenumpang 50 Orang Hanyut di Sungai Brantas Jombang

Perahu Penyeberangan Berpenumpang 50 Orang Hanyut di Sungai Brantas Jombang

December 12, 2024
Asyik Ngobrol, Pemotor Tabrak Truk Mogok di Flyover Peterongan 1 Tewas 1 Luka

Asyik Ngobrol, Pemotor Tabrak Truk Mogok di Flyover Peterongan 1 Tewas 1 Luka

November 28, 2024
Tim Gabungan Buru Pelaku Penganiayaan di Mojosongo

Tim Gabungan Buru Pelaku Penganiayaan di Mojosongo

November 28, 2024
Turunkan covid -19 , BI Jatim beri bantuan

Bank Indonesia, BMPD dan IPEBI Jatim Sumbang Alat Terapi Oksigen ke RSUD DR. Soetomo

0
CEGAH KLUSTER KELUARGA, PEMKOT SURABAYA SIAPKAN RS DARURAT DI TIAP KELURAHAN

CEGAH KLUSTER KELUARGA, PEMKOT SURABAYA SIAPKAN RS DARURAT DI TIAP KELURAHAN

0
Busukan di Kampung 1001 Malam Dupak, Gubernur Khofifah Bagi 250 Paket Sembako kepada Warga ‘Unregistered People’

Busukan di Kampung 1001 Malam Dupak, Gubernur Khofifah Bagi 250 Paket Sembako kepada Warga ‘Unregistered People’

0
Surabaya Bersiap! ISOPLUS Marathon 2026 Digelar 4 Oktober, Targetkan 10.000 Pelari

Surabaya Bersiap! ISOPLUS Marathon 2026 Digelar 4 Oktober, Targetkan 10.000 Pelari

April 19, 2026
Polisi Bongkar Penjualan Anak Komodo ke Thailand: Dikemas dalam Paralon, Dijual Rp500 Juta Per Ekor

Polisi Bongkar Penjualan Anak Komodo ke Thailand: Dikemas dalam Paralon, Dijual Rp500 Juta Per Ekor

April 16, 2026
DCI Indonesia Resmikan Data Center E2 di Surabaya, Siap Perkuat Ekosistem Digital Indonesia Timur

DCI Indonesia Resmikan Data Center E2 di Surabaya, Siap Perkuat Ekosistem Digital Indonesia Timur

April 12, 2026
Jatim Hits

Copyright © 2021 Jatimhits.

Navigate Site

  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Gaya Hidup
    • Kuliner
    • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
  • Tragedi
    • Kriminal
  • Etalase
  • Inspirasi Tokoh
    • Sepenggal Cerita
  • Nusantara
  • TV
  • Adv

Copyright © 2021 Jatimhits.