Hanan Attaki Ajak Gen Z Rombak Gaya Hidup: Beralih ke Wakaf Modern Sebagai Lifestyle Baru
Jatimhits.id. (Surabaya) – Berwakaf kerap diidentikkan dengan penyerahan aset fisik formal seperti tanah makam, bangunan madrasah, atau masjid. Namun, pendakwah Ustadz Hanan Attaki mengajak generasi Gen Z dan milenial untuk merombak mindset serta menjadikan wakaf modern sebagai bagian dari lifestyle atau gaya hidup baru yang relevan dengan perkembangan zaman.
Dalam kajian bertajuk “Mengaji Sambil Berwakaf” di ajang Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa di Grand City Convention and Exhibition, Surabaya, Hanan menegaskan bahwa wakaf sejatinya adalah tren lifestyle terbaik untuk membangun legacy atau warisan kebaikan yang berdampak jangka panjang.
“Wakaf tidak hanya berupa uang tunai atau bangunan. Kita bisa berwakaf dengan berbagai macam cara modern—bisa wakaf terumbu karang, mangrove, pemulihan sungai, sumber mata air, hingga pohon bambu. Semua itu adalah bentuk wakaf,” ujar Hanan di hadapan ratusan peserta Gen Z yang memadati lokasi acara.
Menurutnya, fleksibilitas bentuk wakaf—mulai dari ranah pelestarian lingkungan (green waqf) hingga instrumen finansial kekinian seperti saham dan asuransi—membuktikan bahwa nilai-nilai Islam sangat adaptif dan cocok jadi lifestyle anak muda.
“Dampaknya sangat besar. Islam adalah agama yang tetap relevan di zaman apa pun. Jika kelihatannya kurang relevan, itu hanya karena kita yang belum cukup cermat dalam memaknai dalil-dalilnya,” tambah pendakwah yang populer di kalangan anak muda tersebut.
Ia menjelaskan bahwa lifestyle berwakaf ini berakar dari konsep legacy yang terinspirasi dari hadis Rasulullah SAW tentang amalan abadi: sedekah jariyah (wakaf), ilmu bermanfaat, dan doa anak yang saleh.
Dorong Penguatan Keuangan Sosial Islam
Sejalan dengan ajakan merombak gaya hidup anak muda ini, Bank Indonesia (BI) memandang wakaf produktif modern sebagai instrumen berpotensi besar dalam struktur keuangan sosial Islam. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Rifki Ismal, menjelaskan bahwa wakaf modern kini makin bervariasi dan ramah bagi ekosistem anak muda, mulai dari wakaf deposito, asuransi, hingga Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) atau Sukuk Wakaf.
“Bank Indonesia memandang keuangan sosial Islam, khususnya wakaf, sebagai salah satu sumber pendanaan ekonomi untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat lapisan bawah,” kata Rifki.
Ia mencontohkan, inovasi penerapan Sukuk berakad wakaf di Indonesia bahkan telah diakui secara internasional lewat penghargaan dari Islamic Development Bank (IsDB) di Jeddah pada 2023 lalu.
Melalui kolaborasi edukasi ini, BI berharap lifestyle berwakaf produktif dan modern dapat diadopsi secara masif oleh generasi muda sebagai pemegang estafet ekonomi masa depan. (acs)



























