• Latest
  • Trending
  • All
Dilanda Kekeringan, Petani Cabai Di Made Rugi Puluhan Juta

Dilanda Kekeringan, Petani Cabai Di Made Rugi Puluhan Juta

September 3, 2024
Ekspansi Besar BI Tahun 2026 : Transaksi QRIS Siap Hasilkan 17 Miliar, Hadir di 8 Negara dan Bidik 45 Merchant 

Ekspansi Besar BI Tahun 2026 : Transaksi QRIS Siap Hasilkan 17 Miliar, Hadir di 8 Negara dan Bidik 45 Merchant 

February 16, 2026
Libur Imlek 2026, Lebih dari 60 Ribu Tiket KA di Daop 8 Surabaya Sudah Terjual

Libur Imlek 2026, Lebih dari 60 Ribu Tiket KA di Daop 8 Surabaya Sudah Terjual

February 14, 2026
Tahun 2025 Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,33%, BI Jawa Timur Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2026 Terjaga

Tahun 2025 Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,33%, BI Jawa Timur Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2026 Terjaga

February 11, 2026
Kolaborasi AJP dan Dinas Pendidikan Jatim Hadirkan Saresehan Pelajar Jatim 2026, Siap Tingkatkan Kreatifitas Menulis, Komunikasi dan Percaya Diri Gen Z

Kolaborasi AJP dan Dinas Pendidikan Jatim Hadirkan Saresehan Pelajar Jatim 2026, Siap Tingkatkan Kreatifitas Menulis, Komunikasi dan Percaya Diri Gen Z

February 5, 2026
Program PEGAS Jember Berhasil Perbaiki Status Gizi 90,12% Balita Stunting

Program PEGAS Jember Berhasil Perbaiki Status Gizi 90,12% Balita Stunting

January 30, 2026
inDrive Ads Siap Jadi Sumber Pendapatan Baru untuk Perkuat Ekosistem Ride-Hailing

inDrive Ads Siap Jadi Sumber Pendapatan Baru untuk Perkuat Ekosistem Ride-Hailing

January 29, 2026
Antisipasi Super Flu, Pemkot Surabaya Keluarkan SE Kewaspadaan Dini

Antisipasi Super Flu, Pemkot Surabaya Keluarkan SE Kewaspadaan Dini

January 27, 2026
Jatim Siap Jadi Pionir Talent DNA Nasional melalui Penguatan Pendidikan Berbasis Potensi Peserta Didik

Jatim Siap Jadi Pionir Talent DNA Nasional melalui Penguatan Pendidikan Berbasis Potensi Peserta Didik

January 27, 2026
Perkuat Riset Interdisipliner, ITS Hadirkan Ilmuwan Influence Bagus Muljadi

Perkuat Riset Interdisipliner, ITS Hadirkan Ilmuwan Influence Bagus Muljadi

January 24, 2026
HUT ke-53 PDI Perjuangan: DPC Surabaya Perkuat Konsolidasi Internal Menuju Pemilu 2029, Targetkan15 Kursi DPRD Kota

HUT ke-53 PDI Perjuangan: DPC Surabaya Perkuat Konsolidasi Internal Menuju Pemilu 2029, Targetkan15 Kursi DPRD Kota

January 12, 2026
Gercep, BPBD Langsung Atasi Dampak Angin Puting Beliung di Bandara Juanda

Gercep, BPBD Langsung Atasi Dampak Angin Puting Beliung di Bandara Juanda

January 10, 2026
Cuaca Ekstrem : Angin Puting Terjang Bandara Juanda Terminal T1, Puluhan Kendaraan Rusak Tertimpa Pohon

Cuaca Ekstrem : Angin Puting Terjang Bandara Juanda Terminal T1, Puluhan Kendaraan Rusak Tertimpa Pohon

January 9, 2026
Tuesday, February 17, 2026
No Result
View All Result
Jatim Hits
  • Peristiwa
  • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Gaya Hidup
    • Kuliner
    • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
  • Tragedi
    • Kriminal
  • Etalase
  • Inspirasi Tokoh
    • Sepenggal Cerita
  • Nusantara
  • TV
  • Adv
Jatim Hits
No Result
View All Result
Home Nusantara

Dilanda Kekeringan, Petani Cabai Di Made Rugi Puluhan Juta

by jatimhits
September 3, 2024
in Nusantara
Dilanda Kekeringan, Petani Cabai Di Made Rugi Puluhan Juta
Share on FacebookShare on Twitter

Jatimhits(SURABAYA)- Ditengah cuaca panas yang menyengat di musim kemarau, Matdrai (60 tahun) seorang petani di Kelurahan Made Surabaya mengecek tanaman cabai miliknya di kebun  pada Selasa siang (03/09/24).

Sembari memegang tanaman cabai miliknya raut wajah petani ini mengisyaratkan kesedihan. Betapa tidak , seluruh tanaman cabai yang ditanam di kebun seluas 3000 meter persegi itu mati kering karena cuaca panas  dan tak ada air.

Matdrai mengaku, seharusnya momen saat ini adalah momen dirinya memetik hasil panen dari tanaman cabai yang telah dia rawat sejak pembibitan. Dengan kondisi kekeringan yang melanda Matdrai meratapi kebun cabainya yang sudah pasti tak bisa balik modal.

” Seharusnya panen tapi suasananya kayak gini ya nggak panen mas , nggak bisa kembali dananya (modal), mati semua kering,padahal orang tani itu yang dicari ini mas”, akunya.

Matdrai menjelaskan , dengan kondisi musim kemarau ini  tanaman cabainya hanya bisa panen dua kali kemudian mati. Padahal, normalnya tanaman cabai bisa dipanen hingga lima belas kali.

Screenshot 20240903 133435 Gallery
Tanaman cabai petani Kelurahan Made Surabaya mengering terdampak cuaca (Foto: Tama)

“Hanya dua kali panen langsung mati, saat panenpun cabainya nggak sehat, hasilnya nggak ada buahnya.Harusnya panen 15 kali, ini baru 2 kali sudah nggak ada, mati”, jelas Matdrai.

Untuk pengairan, Matdrai mengaku jika kebun cabai miliknya merupakan kebun tadah hujan, oleh karenanya jika musim kemarau tiba kebun yang ia garap akan kering jika tidak ada bantuan pengairan dari pemerintah.

” Pengairanya ya tadah hujan, kalau nggak ada support dari pemerintah ya gini ini mas kering semua, ya sudah berhenti mas nunggu hujan”, ujarnya.

Matdrai juga mengaku akibat gagal panen ini dirinya mengalami kerugian hingga sepuluh juta rupiah.

“Ya kalau dihitung kerugianya 10jutaan belum tenaga orangnya . Ini luasnya 3000 meter persegi , ini kalau panen sekali panen hasilkan cabai 1 kuintal”, pungkasnya.

Sementara itu Karnoto , ketua kelompok tani Sendang Biru Kelurahan Made ,Kecamatan Sambikerep, Surabaya menyatakan musim kemarau tahun ini membuat lahan pertanian di kawasan Kelurahan Made kering, dan sumber air juga diakui minim.

” Dampak musim kemarau ini ya sangat terasa sekali pak, karena daerah kami daerah kering , dan untuk sumber air sangat minim , karena kekurangan air banyak tanaman kami yang alami kekeringan, kayak cabai itu banyak yang mati kering”, ujarnya.

Karnoto menyebut, tanaman pertanian cepat mati karena musim kemarau saat ini juga diperparah dengan adanya hama yang sulit untuk dikendalikan.

“Kayak gini ini terjadi ledakan hama dan sulit dikendalikan kalau musim kemarau , berbeda dengan musim hujan”,tandasnya.

Sementara itu prakirawan BMKG Ady Hermanto, S.Si , dikonfirmasi melalui pesan singkat menyatakan, wilayah Jawa Timur akan memasuki musim hujan pada pertengahan bulan November hingga awal bulan Desember tahun ini.

“Untuk awal musim penghujan di Jatim kami prediksi antara pertengahan November hingga awal Desember”, terangnya. (Tama)

Post Views: 74
Tags: cabaikemaraupetanisurabaya
Share203SendTweet127
jatimhits

jatimhits

Related Posts

Keluarga Besar Warsubi Bagikan Zakat untuk Ribuan Abang Becak dan Sopir Angkot

Keluarga Besar Warsubi Bagikan Zakat untuk Ribuan Abang Becak dan Sopir Angkot

by jatimhits
March 15, 2025
0

...

Buka Porseni Tingkat Kabupaten, Kemenag Jombang Targetkan Juara Umum di Tingkat Provinsi

Buka Porseni Tingkat Kabupaten, Kemenag Jombang Targetkan Juara Umum di Tingkat Provinsi

by jatimhits
February 5, 2025
0

...

Tradisi Siraman Kembang Iringi Kenaikan Pangkat 68 Anggota Polres Jombang

Tradisi Siraman Kembang Iringi Kenaikan Pangkat 68 Anggota Polres Jombang

by jatimhits
January 7, 2025
0

...

Jelang Nataru Harga Daging Ayam, Telur dan Minyakita di PD Ploso Jombang Melambung Tinggi

Jelang Nataru Harga Daging Ayam, Telur dan Minyakita di PD Ploso Jombang Melambung Tinggi

by jatimhits
December 20, 2024
0

...

Jatim Hits

Copyright © 2021 Jatimhits.

Navigate Site

  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Gaya Hidup
    • Kuliner
    • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
  • Tragedi
    • Kriminal
  • Etalase
  • Inspirasi Tokoh
    • Sepenggal Cerita
  • Nusantara
  • TV
  • Adv

Copyright © 2021 Jatimhits.