Pasca-Karhutla Bromo Padam, Emil Dardak Tegaskan Pentingnya Pencegahan dan Kesiapan Pemadaman
Jatimhits.id (Surabaya) – Meski kawasan wisata Gunung Bromo di Jawa Timur telah resmi dibuka kembali untuk umum sejak Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 00.01 WIB, setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Seperti di ketahui kebakaran besar yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tersebut menghanguskan sekitar 1.120 hektare area dan sempat menutup seluruh jalur wisata selama hampir dua pekan
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menyeluruh dalam mengantisipasi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), khususnya di kawasan wisata Bromo dan area kawasan hutan lainnya di Jawa Timur.
Selain itu Emil juga mengingatkan agar seluruh pihak tidak memandang sebelah mata potensi kebakaran hutan. Atau titik apinya berasal dari mana.
Menurutnya, upaya perlindungan kawasan hutan membutuhkan pendekatan ganda yang seimbang, yaitu pencegahan yang ketat serta kesiapan armada pemadaman di lapangan.
“Nggak boleh lengah. Saya mencermati, masyarakat dan netizen pasti berharap bagaimana caranya supaya tidak ada satu pun titik api yang terpercik. Namun, ternyata petugas di lapangan menghadapi variabel yang sangat kompleks untuk memastikan titik api pertama benar-benar nol,” ujar Emil.
Meskipun tantangan di lapangan cukup berat, Emil menegaskan bahwa langkah-langkah pencegahan harus terus diperjuangkan dan ditingkatkan kinerjanya. Pengawasan ketat di area tempat wisata dan penguatan peran masyarakat lokal menjadi kunci utama pencegahan Karhutla.
“Kalau itu kawasan wisata, pengawasan terhadap pengunjung yang masuk harus diperketat. Begitu juga bagi warga setempat, sistem penguatannya harus berjalan. Itu hal yang wajib dilakukan,” tegasnya.
Di sisi lain, mantan Bupati Trenggalek ini juga menyoroti pentingnya kesiapan fasilitas dan personel pemadam kebakaran. Pencegahan yang intensif tidak boleh membuat jajaran terkait abai terhadap kesiapan pemadaman darurat saat api terlanjur muncul.
“Jangan karena kita fokus pada pencegahan, lalu kita lupa persiapan pemadaman. Pencegahan itu sangat penting, tetapi memadamkan tidak boleh dilupakan. Kesiapan pasokan air, personel, hingga armada pemadam tidak boleh lengah sedikit pun,” tambah Emil.
Kesiapsiagaan ini menjadi krusial mengingat geografis Jawa Timur yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi. Karhutla yang tidak terkendali dengan cepat dapat merembet dan mengancam keselamatan kawasan pemukiman warga sekitar.
“Apalagi Jawa Timur ini provinsi yang padat penduduk. Lengah sedikit saja, dampaknya bisa sangat dekat dengan pemukiman warga yang terbakar,” pungkasnya.
Melalui langkah mitigasi ini, Pemprov Jatim mengimbau masyarakat, wisatawan, serta pengelola kawasan wisata untuk saling bersinergi dalam menjaga kelestarian alam dan mencegah aktivitas yang berpotensi memicu timbulnya percikan api. (DSY)


























