Jatimhits.id (Surabaya) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) wilayah Jawa terus berkomitmen memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di masyarakat. Komitmen ini salah satunya diwujudkan melalui “Talk Show Penguatan Literasi Keuangan Syariah” yang digelar sebagai bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Regional Jawa 2026 di Exhibition Hall Grand City Convex, Surabaya, Minggu (27/9/2026)
Talkshow interaktif ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor, antara lain Maulana Yusuf (Direktur Pengawasan LJK 4 & KP Kantor Regional Jatim), Jajang Abdul Karim (CEO Regional BSI Kantor Wilayah VIII Surabaya), Masyudi Kanzillah, S.Ag (Direktur Utama BMT Mitra Umat Jawa Timur), serta Syabib Hidayatullah (CEO Foresta Indonesia). Diskusi tersebut dipandu oleh moderator Rizqi Rahmat.
Kepala KPw BI Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, yang membuka langsung acara ini menjelaskan bahwa kinerja industri keuangan syariah secara nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Namun tantangan utama yang masih dihadapi adalah adanya kesenjangan antara tingkat literasi dan tingkat inklusi (penggunaan) keuangan syariah di kalangan masyarakat.
“Penguatan literasi ekonomi syariah akan jauh lebih efektif apabila dibarengi dengan pemahaman masyarakat yang utuh, sehingga mereka percaya dan aktif menggunakan produk-produk keuangan syariah dalam aktivitas ekonomi sehari-hari,” ujarnya.

Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) terbaru tahun 2026, indeks literasi keuangan syariah nasional berada di angka 43,07 persen, sementara indeks inklusinya tercatat sebesar 13,24 persen. Angka ini masih tertinggal cukup jauh dibandingkan indeks keuangan sektor konvensional yang masing-masing mencapai 69,57 persen untuk literasi dan 93,61 persen untuk inklusi.
Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, Bank Indonesia menetapkan tiga strategi utama dalam pengembangan ekonomi syariah ke depan:
1. Memperkuat ekosistem produk halal melalui dukungan berkelanjutan terhadap rantai nilai halal (halal value chain) yang kompetitif.
2. Penguatan sektor keuangan syariah dengan meningkatkan intermediasi, inovasi instrumen keuangan, serta perluasan akses perbankan syariah bagi seluruh pelaku usaha.
Penguatan literasi, inklusi, dan gaya hidup halal (halal lifestyle) guna mendorong penerapan nilai-nilai syariah dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Melalui sinergi dalam Fesyar Jawa 2026, BI berharap mempercepat transformasi digital serta inovasi pembiayaan inklusif mampu menjadi jembatan untuk memperluas akses dan pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan syariah di wilayah regional Jawa maupun nasional. (DSY)


























