Jatimhits.id (Thailand) — Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 tentang Pendidikan Berkualitas (Pendidikan Berkualitas), Program Studi (Prodi) Sastra Jerman Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional bertajuk Workshop Kompetensi Interkultural bagi mahasiswa di Thailand.
Rangkaian kegiatan ini diawali pada September 2025 melalui kerja sama resmi dengan Walailak University, Thailand, dan dilanjutkan dengan sesi workshop lanjutan pada 23 April 2026.
Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa Universitas Walailak ini dirancang untuk memperkuat pemahaman lintas budaya (intercultural awareness) serta membangun kesadaran akan pentingnya toleransi dan komunikasi antarbudaya di era globalisasi.
Dalam sesi workshop, tim dosen Prodi Sastra Jerman Unesa mengenalkan spektrum keragaman budaya Indonesia dan Thailand. Materi yang dibawakan mencakup berbagai aspek mendasar hingga dinamika terkini, seperti tradisi, bahasa, kebiasaan sosial, nilai-nilai masyarakat, hingga perkembangan budaya populer di kedua negara.
“Melalui pelaksanaan workshop ini, Program Studi Sastra Jerman Unesa menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang inklusif, kolaboratif, dan berwawasan global sebagai kontribusi nyata dalam mendukung agenda SDGs 2030,” ujar Ketua Pelaksana Kegiatan, Ajeng Dianing Kartika.
Ia menambahkan bahwa kompetensi interkultural merupakan salah satu soft skill krusial yang harus dimiliki siswa di abad ke-21. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mengembangkan sikap terbuka terhadap keberagaman, meningkatkan sensitivitas budaya, serta meningkatkan kemampuan komunikasi internasional.
Diskusi Interaktif dan FGD Isu Global
Acara berlangsung secara interaktif melalui presentasi budaya, pertukaran pengalaman, dan sesi Focus Group Discussion (FGD). Dalam FGD tersebut, para mahasiswa dari kedua negara diajak berdiskusi secara kritis mengenai isu-isu budaya kontemporer yang menghubungkan konteks Asia dan Eropa.
Beberapa topik utama yang dibahas meliputi dampak globalisasi budaya, peran media digital terhadap identitas nasional, fenomena budaya populer lintas negara, hingga tantangan menjaga kelestarian budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi.
Perkuat Jejaring Akademik Internasional
Selain berkontribusi pada pencapaian SDGs, kegiatan PKM Internasional ini menjadi langkah strategis Unesa dalam mengakselerasi program internasionalisasi kampus serta memperkuat jejaring akademik di kawasan Asia Tenggara.
Ke depannya, kolaborasi antara Unesa dan Universitas Walailak diproyeksikan akan terus berlanjut dan berkembang ke dalam berbagai bentuk kerja sama akademik lainnya, seperti penelitian kolaboratif, program pertukaran mahasiswa, hingga pertukaran dosen antarnegara. (R-Dsi)


























