Jatimhits.id (Surabaya) – Empat tahun pasca diresmikan Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada 29 November 2022, Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya akhirnya resmi meluluskan 305 mahasiswa angkatan pertama, yang di kemas dalam acara “Simfoni Kebhinekaan”. Selain rangkaian prosesi wisuda perdana ini dilakukan juga pengukuhan mahasiswa angkatan V tahun 2026 yang di gelar di Trans Luxury Hotel Surabaya, Sabtu (12/9/2026).
305 mahasiswa angkatan pertama yang di wisuda ini berasal dari berbagai latar belakang, agama hingga suku dari seluruh Indonesia. Sejak berdiri AMN Surabaya telah menjelma bukan hanya sebagai pemberi beasiswa atau bantuan pendidikan, tapi juga rumah bagi seluruh mahasiswa yang tergabung di dalamnya.
Sementara itu tercatat 200 mahasiswa yang dikukuhkan menjadi mahasiswa baru penerima beasiswa AMN Surabaya ini tersebar di empat Perguruan Tinggi masing masing lima puluh mahasiswa di Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya.
Gubernur Khofifah yang hadir dalam acara ini secara khusus menyampaikan selamat datang dan selamat bergabung kepada seluruh mahasiswa Angkatan V Tahun 2026 yang resmi menjadi bagian dari keluarga besar AMN Surabaya.
Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para wisudawan angkatan pertama atas ketekunan, dedikasi, serta capaian akademik yang berhasil diraih.
Menguraikan makna Simfoni Kebhinekaan acara tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa semboyan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh sekadar menjadi slogan formalitas.
AMN Surabaya disebutnya sebagai proses ikhtiar bersama yang juga inisiasi Jawa Timur dalam membangun ke-Nusantaraan, ke-Indonesiaan dan semangat NKRI lewat understanding di antara semua daerah terutama kaum muda sekaligus kaum intelektualnya.
“Lewat AMN ini kita berharap akan terbangun, mutual trust dan mutual respect diantara semuanya. Sebenarnya kita ini sedang merakit Indonesia melalui pendekatan intelektualitas anak muda dari Sabang sampai Merauke,” ujar Khofifah.
Gubernur Khofifah menilai Asrama Mahasiswa Nusantara memiliki posisi yang sangat strategis karena tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai miniatur Indonesia dan laboratorium kebangsaan.
Melalui AMN, para mahasiswa belajar mengenal Indonesia secara utuh melalui kawan sekamar, ruang diskusi, dan teman seperjuangan dari berbagai latar belakang suku, agama, serta tradisi.
“Kalangan muda dengan background intelektualitas yang luar biasa dididik, dibina, dibimbing dan dibangun karakter ke-Indonesiaannya. Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari penguat pondasi untuk NKRI terutama menyambut Indonesia Emas 2045,” ucapnya optimis.
Kepada seluruh wisudawan, Gubernur Khofifah secara khusus mengingatkan bahwa prosesi wisuda bukanlah garis akhir perjuangan, melainkan pintu masuk awal menuju tanggung jawab sosial yang jauh lebih besar di tengah masyarakat.
Kemampuan untuk hidup dan bekerja sama dalam Kebhinekaan selama berada di AMN, diyakininya menjadi salah satu modal kepemimpinan terpenting bagi para mahasiswa di masa depan.
“Untuk para penerima Beasiswa AMN, jangan memandang beasiswa sekadar sebagai bantuan. Melainkan sebuah amanah dan kepercayaan yang harus dijawab dengan prestasi dan pengabdian. Bersama, kita akan terus berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga mengapresiasi kolaborasi empat perguruan tinggi mitra AMN Surabaya. Ia menyebut keberadaan kampus akademik dan AMN sebagai bentuk sinergi dua kampus dalam satu perjalanan. Di mana kampus mengasah keahlian akademik dan AMN mematangkan karakter serta wawasan kebangsaan.
“Kita menyampaikan terima kasih ke UPN Veteran yang telah luar biasa dalam mengelola AMN Surabaya. Kemudian berbagai Perguruan Tinggi mitra lainnya, Kemendikti, dan kepala BIN. Serta LPDP Kementerian Keuangan selaku pemberi Beasiswa,” ucapnya.
“Dari Jawa Timur, dari Asrama Mahasiswa Nusantara, mari kita tunjukkan bahwa anak-anak bangsa dari berbagai penjuru Nusantara dapat hidup bersama, belajar bersama, tumbuh bersama, dan membangun Indonesia bersama,” pungkasnya.
Tidak hanya wisuda dan pengukuhan mahasiswa baru, dalam momen tersebut juga dilakukan pelantikan Ikatan Alumni AMN Surabaya oleh Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Drs. Imam Sugianto, M.Si, yang didampingi oleh Rektor UPN Veteran Jatim. (RADS)


























