Jatimhits.is (Surabaya) – Sebagai bentuk kepedulian sosial dan komitmen dalam misi kemanusiaan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memberangkatkan Tim Relawan Bencana ke Lumajang untuk membantu penanganan warga terdampak erupsi Gunung Semeru. Prosesi pelepasan berlangsung di pimpin oleh Wakil Rektor I Unusa, Prof. Ahmad Rusdiansyah di Kampus B Unusa, Rabu pagi (26/11/2025)
Dihadapan para tim relawan, Prof. Ahmad Rusdiansyah berpesan agar para relawan menjalankan tugas dengan empati, kesiapsiagaan, dan profesionalisme tinggi.
“Bekerjalah dengan maksimal, membantu masyarakat sebaik mungkin, dan tetap menjaga kesehatan.Kondisi di lapangan tentu tidak mudah, namun kehadiran kalian sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unusa, Dr. Achmad Syafiuddin, menjelaskan bahwa masa tanggap darurat Pemerintah Kabupaten Lumajang masih berlangsung sekitar 34 hari. Nantinya durasi pengugasan relawan Unusa pun disesuaikan dengan periode tersebut.
“Jika masa darurat darurat, Unusa sudah menyiapkan kloter kedua yang siap diberangkatkan kapanpun,” ujarnya.
Jumlah seluruh tim relawan yang diberangkatkan sebanyak 12 orang terdiri dari 10 mahasiswa yang berasal dari program studi Kesehatan Masyarakat, Gizi, K3, Keperawatan, serta unit Mahasiswa Siaga Bencana (Magana), yang telah mendapatkan pelatihan kebencanaan dari BPBD Jawa Timur dan 2 dosen pendamping.
Nantinya para relawan akan bertugas selama 3-4 hari memberikan layanan kesehatan, pendampingan gizi, serta dukungan bagi kelompok rentan di wilayah bencana.
Ditempat yang sama Dosen Unusa yang juga Manajer Program Unusa–UNICEF, Rizki Amalia, menegaskan bahwa pengiriman tim ini merupakan implementasi nyata kerja sama antara Unusa dan UNICEF dalam Program Rencana Kontingensi.
“Dinas Kesehatan Lumajang meminta dukungan relawan dari Unusa. Permintaan ini sejalan dengan kerja sama kontingensi kami, sehingga waktu keberangkatan menjadi langkah konkret yang sangat dibutuhkan,” katanya.
Saat di Lumajang nanti, tim relawan Unusa akan bertugas di area dengan radius 10 kilometer dari titik terdampak. Mereka fokus pada layanan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), pemeriksaan tumbuh kembang anak, serta pemetaan kebutuhan gizi bagi lansia.
Seperti diketahui bahwa hingga saat ini, sejumlah wilayah terdampak masih belum memiliki dapur PMBA maupun layanan kesehatan anak yang memadai.
“Sehingga kehadiran para tim relawan Unusa ini diharapkan mampu menutup bencana layanan dasar tersebut dan memberikan perlindungan optimal bagi kelompok rentan seperti balita, anak-anak, dan lansia.,” ucapnya. (Dsy)


























