BNN Ringkus 4 WNI Tersangka Narkoba Jaringan International Liquid Vape di Ancol
Jatimhits.id (Jakarta) – Badan Narkotika Nasional (BNN) akhirnya menetapkan empat tersangka Warga Negara Indonesia yang terlibat kasus pembuatan liquid vape dan happy water yang mengandung Etomidate dan methylenedioxy – methamphetamine (MDMA) di salah satu unit apartemen di kawasan Ancol, Jakarta Utara.
Selain itu, BNN juga menugaskan dua warga negara asing asal Cina juga diduga terlibat kasus ini. Namun, keduanya masih buron dan masuk daftar pencarian orang (DPO). Hal ini disampaikan Budi Wibowo pelaksana tugas Deputi Pemberantasan BNN di lokasi penggerebekan, Selasa (6/1/2026).
“Petugas mengamankan empat orang tersangka yang masing-masing memiliki peran, berbeda -beda, ada yang berperan sebagai kurir pengambil bahan, operator, hingga pembiayaan,” kata Budi
Lebih lanjut Budi menjelaskan bahwa keempat tersangka tersebut berinisial HS (laki-laki), DM (laki-laki), HSN (laki-laki), dan PS (perempuan).
Dimana peran mereka masing-masing dua warga Indonesia yang berperan sebagai penyedia uang atau yang menalangi biaya produksi liquid vape dan happy water. Namun bukan pemmodal utama.
Pemmodal Utamanya adalah ZQ, warga negara Cina. Sementara itu, CY, yang juga warga negara Cina, berperan sebagai koki atau peracik happy water. Saat ini keduanya diduga masih berada di luar negeri.
Karena sebagian besar bahan produksi berasal dari Cina dan diselundupkan ke Indonesia melalui jalur darat dan laut. Diduga para tersangka sudah beroperasi sejak September 2025.
Produk tersebut dijual dengan harga sekitar Rp 2–6 juta per sachet untuk happy water, sedangkan liquid vape dijual sekitar Rp 2 juta per cartridge. Dan ada sekitar 80 cartridge liquid vape yang sudah jadi dan sebagian telah terjual.
Para tersangka menyamarkan happy water dalam kemasan minuman energi berbagai merek, seperti Kuku Bima Energi, White Bubble Tea, JYNNS Nutri King Mixed Berries, hingga Extra Joss. Sementara itu, liquid vape yang mereka pasarkan menggunakan merek dagang Love In.
“Menurut pengakuannya, belum banyak yang dijual. Namun, jika melihat rentangnya, nilai keuntungannya cukup signifikan,” ujarnya. (Rdsi/Dsy)

















