Jatimhits.id (Surabaya) – Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya menorehkan prestasi gemilang dengan meresmikan 7 gedung baru yang menjadi bukti nyata kemandirian kampus dalam meningkatkan fasilitas pendidikan atau dalam pengembangan infrastruktur tanpa mengandalkan Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Peresmian 7 gedung baru ini dilakukan secara seremonial dengan penekanan tombol oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Prof Brian Yuliarto PhD, didampingi Rektor Unair Prof Muhammad Madyan dan Mantan Rektor Unair Prof M. Nasih di Aula Gedung Manajemen lantai 1, Kampus MERR-C UNAIR, Kamis (25/9/2025).
Kehadiran gedung-gedung ini menunjukkan bahwa Unair telah mewujudkan Kemandirian Finansial, karena pembangunan tujuh gedung baru ini dilakukan tanpa menggunakan dana APBN, melainkan melalui dana internal UNAIR dan dana masyarakat. Hal menunjukkan kemampuan Unair dalam mengelola sumber daya secara efektif. Hal ini ditegaskan oleh Rektor Unair Prof Muhammad Madyan
“Alhamdulillah, tujuh gedung ini pembiayaannya tidak menggunakan APBN, melainkan Dana Masyarakat UNAIR. Jadi, pembangunan ini tidak membebani negara,” kata Madyan.
Ke tujuh gedung yang diresmikan terdiri atas empat gedung di Kampus MERR-C yaitu Gedung Nano (Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin) dengan kapasitas 7.440 mahasiswa. Gedung Nani Jarjaman (Fakultas Farmasi) berkapasitas 5.000 mahasiswa, Gedung Asrama (Asrama Mahasiswa baru) dengan daya tampung 693 orang.dan Gedung Workshop untuk rumpun ilmu teknik dengan kapasitas 700 mahasiswa,
Sedangkan tiga gedung di Kampus Dharmawangsa-B yaitu Gedung AG Pringgodigdo (Fakultas Hukum) berkapasitas 5.100 mahasiswa, Gedung Soetandyo (FISIP) berkapasitas 1.400 mahasiswa, dan Masjid Nuruzzaman yang mampu menampung hingga 3.000 jamaah.
Gedung-gedung yang baru dibangun ini juga dirancang dengan konsep ramah lingkungan, yang sesuai dengan visi Unair sebagai universitas yang mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan lingkungan.
Dimana setiap gedung memiliki fungsi dan tujuan spesifik untuk mendukung kegiatan akademik dan nonakademik, di antaranya untuk penelitian, pengajaran, serta fasilitas penunjang bagi mahasiswa dan staf.
Misalnya, Gedung Nano dan Gedung Nani memiliki fasilitas laboratorium canggih yang dapat mendukung penelitian di bidang sains dan teknologi. Sedangkan Gedung AG Pringgodigdo dan Gedung Soetandyo didedikasikan untuk pengajaran dan pengembangan SDM.
Prof. Madyan berharap bahwa pembangunan gedung-gedung baru ini akan membawa dampak positif yang lebih besar, tidak hanya bagi UNAIR, tetapi juga bagi masyarakat Indonesia.
“Dengan dukungan infrastruktur yang lebih baik, kami berharap bisa menghasilkan lebih banyak penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat dan dapat diterapkan di lapangan. Kami juga berharap para mahasiswa lulusan UNAIR akan membawa perubahan positif bagi bangsa,” tambahnya.
Sementara itu Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Prof Brian Yuliarto sangat mengapresiasi atas kemandirian finansial yang dilakukan Unair. Ia menyebut pembangunan ini sebagai prestasi luar biasa karena dilakukan secara berkesinambungan oleh kepemimpinan rektor sebelumnya hingga rektor saat ini, tanpa mengandalkan dana APBN.
Bahkan pada kesempatan ini, Brian menekankan bahwa pencapaian ini patut menjadi contoh bagi perguruan tinggi lainnya.
“Ini membuktikan kemampuan Unair menghimpun dana dan mengelolanya untuk menambah fasilitas belajar-mengajar yang berkualitas. Saya yakin gedung-gedung baru ini akan menambah semangat mahasiswa dan dosen dalam mengejar ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan gedung-gedung baru tersebut akan meningkatkan daya saing Unair dalam mengimbangi perkembangan ilmu pengetahuan global. Ia optimistis fasilitas baru ini mampu menghadirkan atmosfer akademik yang lebih nyaman.
“Gedung ini akan menambah optimisme kita untuk bisa mengejar ilmu pengetahuan dari negara lain,” tambahnya.
menjadi kehadiran tidak penting bagi Unair sehingga bisa memperkuat fondasi menuju universitas kelas dunia.
Sementara itu mantan Rektor Unair periode 2015-2025 Prof Nasih menjelaskan kilas balik perjalanan pembangunan termasuk pembangunan ke 7 gedung baru ini
Ia mengungkapkan bahwa keberhasilan pembangunan yang tidak membebani APBN merupakan hasil dari anggaran pengelolaan yang efektif dan produktif.
“Dan sekali lagi, itu bukan karena saya, bukan karena rektornya. Kami selalu menyampaikan bahwa itu karena bukan penghematan, bukan efisiensi, tapi bagaimana kita efektif untuk kemudian mendistribusikan anggaran yang tidak terlalu besar,” katanya.
Dengan pengelolaan anggaran yang tepat, Unair berhasil membangun infrastruktur yang mendukung visi dan misi kampus untuk menjadi universitas unggul dan berkelas dunia. Pembangunan tujuh gedung baru ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Unair dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Hingga tahun 2027 secara bertahap Unair akan terus melakukan rangkaian pembangunan infrastruktur pembangunan beberapa gedung baik di kampus A, B maupun C. Hal ini menegaskan komitmen Unair dalammenciptakan ekosistem pendidikan modern, inklusif, dan ramah lingkungan sehingga bisa lahirnya generasi unggul yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. (Dsy)


























