Jatimhits.id(Surabaya) – Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan berdaya tahan di tengah global, Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sepakat memperkuat sinergi penguatan ketahanan pangan, digitalisasi daerah serta pengendalian inflasi .
Gubernur Provinsi Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional akan menjadi barometer pengendalian inflasi, percepatan digitalisasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Hal ini tentunya tidak dapat dicapai dengan mudah, melainkan harus dengan kolaborasi semua pihak dan dilaksanakan secara konsisten sesuai peta jalan yang sudah ditetapkan,” kata Khofifah dalam pertemuan tingkat tinggi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TPZ2ED) se-Jawa Timur, di Surabaya, Selasa (25/11/2025).
Dalam pembukaan rapat koordinasi dengan tema “Sinergi Memperkuat Ketahanan Pangan, Menjaga Stabilisasi Harga, dan Mempercepat Digitalisasi untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan dan Berdaya Tahan”, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menegaskan bahwa Bank Indonesia akan terus berkontribusi secara nyata mengendalikan inflasi, mempercepat digitalisasi, dan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi karena Jawa Timur selalu menjadi benchmark nasional.
“Dengan menjaga stabilitas harga, mempercepat digitalisasi, dan menyelaraskan kebijakan pertumbuhan, kita tidak hanya mengelola daerah, kita juga sudah menjaga masa depan perekonomian Indonesia. Stabilitas, efisiensi, dan pertumbuhan, itulah tiga pilar penting yang harus kita jaga bersama,” kata Ibrahim.
Sebagai bentuk pemantauan pengendalian inflasi dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi, pada rapat koordinasi diluncurkan dashboard TPID Jawa Timur sebagai langkah strategi penguatan kelembagaan TPID, khususnya aspek pemantauan dan evaluasi atas pelaksanaan program.
Seiring dengan antisipasi tekanan inflasi menjelang momen Natd dan Tahun Baru, TPID se-Jawa Timur dan pelaku usaha menyepakati guick win berupa (i) peningkatan produktivitas melalui budidaya dengan bantuan benih unggul dan pengembangan kawasan hortikultura; (ii) intensifikasi penyelenggaraan pasar murah termasuk penyaluran Beras SPHP untuk mendukung keterjangkauan harga komoditas, (iii) sinergi pengawasan bersama satgas pangan dan aparat penegak hukum lainnya; dan (IM) menyatukan harga konsumen secara harian melalui SISKAPERBAPO dan platform milik Kabupaten/Kota.
Sebagai upaya untuk mendorong digitalisasi daerah, TP2DDse-Jawa Timur menyepakati guick win yakni (i) penguatan sinergi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota terkait pelaksanaan opsen pajak daerah guna mencapai kemandirianfiskal daerah; (ii) optimalisasi digitalisasi transaksi pemerintah daerah dari sisi penerimaan dan belanja daerah, dan (iii) penguatan infrastruktur dan ekositem digital melalui program Jatim Internet and Connectivity (Infinity). (Dsy)


























