Jatimhits.id (Surabaya) – Program Ramadhan Berkah 2026 ke 11 ini kembali digelar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dengan menyalurkan 10.000 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Jawa Timur, Kamis (12/3/2026)
Menurut Rektor Unair, Prof. Muhammad Madyan, program tersebut merupakan agenda sosial tahunan sivitas akademika dalam memaknai bulan Ramadhan sebagai momentum berbagi dan memperkuat solidaritas sosial. Nantinya bantuan ini akan menyasar anak yatim, panti asuhan, keluarga prasejahtera, hingga pelajar penerima bantuan pendidikan.

“Alhamdulillah, pada hari ini Universitas Airlangga kembali melaksanakan kegiatan tahunan Berkah Ramadhan dengan mendistribusikan 10.000 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim, panti asuhan, serta keluarga prasejahtera,” ujar Madyan.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga merupakan upaya kampus untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Melalui momentum Ramadhan, sivitas akademika Unair diajak memperkuat nilai empati, kepedulian, dan kebersamaan.
Program Ramadhan Berkah telah dilaksanakan secara konsisten selama 11 tahun berturut-turut. Ketua Panitia Ramadan Berkah, Eko Supeno, menjelaskan bahwa jumlah bantuan yang disalurkan terus meningkat sejak program ini pertama kali diselenggarakan.
“Pada tahun pertama pelaksanaan, jumlah paket yang dibagikan masih sekitar 1.000 paket. Seiring bertambahnya partisipasi berbagai pihak, jumlah bantuan terus bertambah hingga mencapai 10.000 paket pada tahun ini,” kata Eko.
Ia berharap jumlah bantuan tersebut dapat terus bertambah pada tahun-tahun mendatang sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat program tersebut.
“Kami berharap pada tahun-tahun berikutnya jumlah paket Ramadhan Berkah ini dapat terus meningkat sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat,” ujarnya.
Disebutkannya, bantuan tersebut disalurkan kepada berbagai lembaga sosial, di antaranya Panti Asuhan Ibnu Sina, Yayasan Baitul Maal Al-Qur’an, serta Yayasan Permata Insani.
Selain itu, paket sembako juga diberikan kepada mahasiswa penerima program Bidikmisi dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang membutuhkan dukungan selama menjalani studi.
Tidak hanya di Surabaya, distribusi bantuan juga menjangkau berbagai daerah di Jawa Timur. Jika pada tahun sebelumnya penyaluran bantuan dilakukan di 14 kabupaten, pada tahun ini cakupan wilayahnya meningkat menjadi 18 kabupaten.
Sejumlah daerah penerima bantuan antara lain Banyuwangi, Bangkalan, Sumenep, Mojokerto, Gresik, Jember, Sidoarjo, Bondowoso, Situbondo, Madiun, Magetan, Pasuruan, dan Jombang, serta sejumlah wilayah lain di Jawa Timur.
Dalam proses pendistribusiannya, Unair juga menggandeng berbagai komunitas masyarakat, termasuk komunitas suporter Persebaya Surabaya (Bonek). Keterlibatan komunitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan kepedulian sosial kepada masyarakat.
Salah satu relawan komunitas yang ikut berpartisipasi, Rafika, tercatat telah mengikuti kegiatan tersebut selama delapan kali pelaksanaan.
Selain komunitas masyarakat, kegiatan distribusi bantuan juga melibatkan banyak pihak di lingkungan kampus, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa yang berpartisipasi dalam proses pengemasan hingga penyaluran bantuan kepada para penerima manfaat.
Madyan menegaskan, melalui kegiatan tersebut, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan sekaligus membantu mereka mempersiapkan diri menyambut Idul Fitri,” pungkas Madyan. (Dsy)


























