Jatimhits.id (Surabaya) – Geliat kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) Jawa Timur tampil nyata dalam gelaran Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata 2026. Acara yang digelar di Lapangan Atletik Unesa, Surabaya, pada Sabtu (27/6/2026).
Gelaran ini menjadi magnet utama dalam rangkaian Pameran Kopi dan Ekonomi Kreatif 2026, memikat ratusan pengunjung mulai dari pelaku usaha hingga pencinta seni budaya.
Festival yang mendapat dukungan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur bersama DPRD Provinsi Jawa Timur tersebut menghadirkan sedikitnya 20 tenant UMKM dari Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.

Festival ini menjadi wadah pertunjukan gigi bagi para pelaku ekraf dan pengelola wisata untuk memamerkan terobosan terbaru mereka. Ragam produk yang dipamerkan, mulai dari kuliner lokal inovatif seperti kopi khas Nusantara, cokelat, teh, makanan olahan, kebab, hingga aneka camilan serta kerajinan tangan estetik, hingga digitalisasi ornamen budaya yang dikemas modern yang menarik perhatian pengunjung.
Suasana festival semakin hidup dengan penampilan musik yang menghibur sepanjang hari. Banyak pengunjung yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menikmati sajian kuliner, berbelanja produk lokal, hingga berdialog langsung dengan para pelaku usaha mengenai proses produksi dan keunggulan produk yang dipasarkan.
Menurut Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Ekraf, Ali Afandi, Mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Evy Afianasari, acara ini merupakan wujud komitmen Pemprov Jatim bersama DPRD dalam memperkuat sektor ekraf.
“Festival ini bukan sekadar pameran biasa, melainkan sarana membangun ekosistem yang mempertemukan pelaku usaha dengan pasar, sekaligus memperluas jejaring dan meningkatkan daya saing produk,” ujar Ali Afandi.
Ia juga mengapresiasi dukungan DPRD Jatim yang strategis dalam menyediakan ruang promosi bagi UMKM, menciptakan iklim usaha yang lebih menguntungkan melalui kolaborasi antara pemerintah dan legislatif.
Selain kompetisi kreativitas, daya tarik utama festival ini adalah kolaborasi stan kopi legendaris lokal dengan sektor ekraf. Pengunjung bisa menikmati kopi otentik sambil menikmati produk fashion etnik serta merchandise ramah lingkungan. Salah satu juri menilai, sentuhan teknologi dan kreativitas terbukti mendongkrak nilai jual produk tradisi di pasar modern tanpa menghilangkan identitas aslinya.
Guna mendongkrak sektor pariwisata, Dengan digelarnya festival ini diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata dengan mengakselerasi promosi destinasi wisata lewat produk oleh-oleh yang ikonik.
Kemeriahan acara yang di gelar akhir pekan tersebut semakin lengkap dengan adanya talkshow interaktif, workshop meracik kopi (barista showcase), serta pertunjukan seni yang menghidupkan suasana hingga malam hari.

Sementara itu, salah satu peserta festival, Bayu Prasetya, pemilik UMKM Kopi Desa dengan produk Nerscoff, memanfaatkan ajang tersebut untuk memperkenalkan kopi asli Indonesia kepada masyarakat.
Ia menjelaskan produknya fokus pada penjualan biji kopi lokal dari berbagai daerah di Indonesia tanpa menggunakan bahan baku impor.
“Kami memperkenalkan produk biji kopi. Produk kami khusus biji kopi seluruh Indonesia. Tidak ada biji kopi dari luar negeri, semuanya lokal. Selain itu juga ada minuman kopi filter berbahan Arabika,” ujarnya.
Bayu mengatakan hampir seluruh jenis kopi Nusantara tersedia di gerainya sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan sesuai karakter rasa yang diinginkan.
Suksesnya acara ini membuktikan bahwa sinergi antara komoditas unggulan seperti kopi dan inovasi wisata mampu menjadi motor penggerak perekonomian daerah yang sangat menjanjikan. (Dsy)


























