Jatimhits.id (Surabaya) – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur terus mendorong masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Salah satunya melalui kegiatan slow jogging bertajuk “Alons Kelakon” yang digelar di Lapangan KONI Jatim Seger, Surabaya, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan. Dengan ritme lari santai, para peserta bersama-sama menempuh jarak sekitar 3,5 kilometer.
Kepala Dispora Jawa Timur, M. Hadi Wawan Guntoro, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membudayakan olahraga masyarakat yang murah, mudah dilakukan, serta dapat diikuti secara massal.
“Yang pertama, kami ingin membudayakan olahraga. Olahraga apa pun. Olahraga itu tidak harus mahal. Justru olahraga masyarakat adalah olahraga yang murah, mudah dijangkau dan bisa dilakukan secara massal, seperti kegiatan ini,” ujarnya.
Menurut Hadi, slow jogging merupakan salah satu aktivitas olahraga yang saat ini mulai diminati masyarakat. Metode olahraga tersebut berkembang dari Jepang dan kemudian dikenal di sejumlah negara lainnya.
Dispora Jatim pun mengemas konsep tersebut dengan sentuhan lokal melalui slogan “Alons Kelakon”, yang mengandung semangat berolahraga santai namun tetap konsisten.
“Alons Kelakon, alon-alon wae sing jalan penting. Tadi sesuai target 3,5 kilometer dan alhamdulillah bisa tercapai,” ujarnya.
Hadi menegaskan, kegiatan slow jogging tersebut tidak hanya berhenti menjadi agenda satu kali. Dispora Jatim berencana menjadikannya sebagai kegiatan rutin dengan membuka kolaborasi bersama berbagai komunitas olahraga di Jawa Timur.
Kedepannya, Lapangan Jatim Seger juga akan menjadi ruang aktivitas olahraga masyarakat dengan berbagai pilihan kegiatan, mulai dari slow jogging hingga senam dan olahraga lainnya.
Entah nanti hari Rabu atau hari lainnya, kita akan buka kolaborasi dengan teman-teman komunitas. Bisa ada senam lansia, senam lainnya, maupun aktivitas olahraga yang lain,” jelasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas olahraga yang tersedia di Lapangan Jatim Seger. Menurutnya, sebagian fasilitas masyarakat dapat digunakan secara gratis, sementara penggunaan tertentu untuk kegiatan komunitas akan dikenakan biaya yang terjangkau.
“Monggo silakan memanfaatkan venue dan fasilitas di Lapangan Jatim Seger ini untuk masyarakat. Ada yang memang untuk komunitas karena menyumbangkan PAD ada biaya tertentu, tapi insyaallah murah. Yang kita gratiskan, semua masyarakat bisa hadir di sini,” ujarnya.
Selain meningkatkan kebugaran, Hadi berharap kegiatan olahraga bersama juga mampu memperkuat interaksi sosial dan kebersamaan masyarakat Jawa Timur.
“Harapannya masyarakat lebih sehat, masyarakat lebih guyub dan rukun untuk menjaga Jawa Timur,” ujarnya.
Antusiasme peserta dalam kegiatan perdana tersebut, lanjut Hadi, menjadi modal bagi Dispora Jatim untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai komunitas.
“Alhamdulillah, antusiasnya luar biasa. Kita ingin berkolaborasi dengan komunitas siapa pun. Yang penting frekuensinya sama, semangatnya sama,” tutupnya. (YN)

























