Fikri Gunadi Ungkap Rahasia Kenikmatan Cita Rasa Secangkir Kopi di Java Coffee and Flavours Festival 2026
Jatimhits.id (Surabaya) – Dibalik kenikmatan secangkir kopi ternyata menyimpan banyak cerita. Kenikmatan secangkir kopi tidak hanya ditentukan oleh kualitas biji kopi, tetapi juga proses pascapanen serta kualitas air yang digunakan saat penyeduhan. Hal ini disampaikan Fikri Gunadi, Coffee Trainer Ultra Coffee yang menjadi pembicara workshop Program Brew at Your Bar bersama Ultra Coffee, dalam rangkaian Java Coffee and Flavors Festival (JCFF) 2026 di Balai Pemuda Surabaya, Ahad (19/7/2026).

Menurut Fikri proses pengolahan kopi hingga teknik penyeduhan yang tepat. Memahami bagaimana jenis kopi, suhu udara, rasio seduhan, hingga teknik penuangan dapat mempengaruhi profil rasa dalam secangkir kopi
Dihadapan para peserta workshop,
pria yang sudah menekuni dunia kopi sejak 2016 ini menjelaskan bahwa ada tiga metode pengolahan kopi yang umum digunakan, yakni natural, honey, dan full Washed,
“Ketiga metode tersebut menggunakan biji kopi yang sama, namun menghasilkan karakter rasa yang berbeda karena melalui proses pascapanen yang berbeda.” kata pria berkacamata yang pernah menekuni profesi barista sejak 2019
Untuk kopi natural diproses dengan cara mengeringkan buah kopi utuh sebelum kulitnya dilepas. Proses ini memungkinkan gula alami dari buah meresap ke dalam biji sehingga menghasilkan cita rasa yang lebih manis, buah-buahan, berbody tebal, dan memiliki aroma yang kompleks.
Sementara itu, metode madu dilakukan dengan menyisakan sebagian lendir atau lendir pada biji kopi saat proses pengeringan. Cara ini menghasilkan karakter rasa yang cenderung lebih manis dengan tingkat keasaman yang seimbang.
Sedangkan kopi full Washed diproses melalui pengupasan kulit dan fermentasi menggunakan udara sebelum dikeringkan. Metode tersebut menghasilkan karakter rasa yang lebih bersih (clean cup), tingkat keasaman yang lebih cerah, serta mampu menonjolkan karakter asli biji kopi.
Selain kualitas biji kopi, penanganan pasca panen, masalah kualitas air dalam proses penyeduhan juga menentukan cita rasa secangkir kopi.
Penggunaan air yang memiliki kandungan mineral yang seimbang mampu menghasilkan seduhan yang lebih optimal.
.”Air menyusun lebih dari 98 persen secangkir kopi sehingga sangat mempengaruhi proses ekstraksi dan cita rasa akhir.” katanya.
Pada kesempatan ini Fikri mengingatkan faktor penyimpanan kopi juga penting. lebih memilih kopi dibiarkan dalam bentuk biji karena usia kopi akan tahan lebih lama dibandingkan dalam bentuk bubuk atau kopi sudah di giling. Jika ingin di seduh baru biji kopi bisa di-grinding langsung.
Selain itu tempat menyimpan biji kopi lebih baik dimasukkan ke wadah kedap udara, atau bisa juga di botol kaca. Jangan terkena sinar matahari langsung atau bisa juga disimpan di dalam kulkas. Karena akan mempengaruhi cita rasa kopi.
Pada kesempatan ini Fikri juga menjelaskan tentang berbagai teknik penyeduhan kopi mulai dari yang sederhana dengan cara biasa dengan alat manual hingga menggunakan mesin kopi modern.
Fikri memberikan contoh bagi masyarakat yang tidak memiliki alat modern tidak perlu khawatir. kopi yang sudah di grinding atau dihaluskan bisa langsung dituangi atau di seduh dengan air panas, di tutup dan didiamkan beberapa menit baru pembuangan butiran kopi yang mengapung di atas kopi kemudian kopi bisa langsung di nikmati. Tehnik yang dikenal dengan nama kopi tubruk ini lebih banyak dilakukan masyarakat. Fikri juga mengakui bahwa teknik ini lebih simpel dan dirinya juga masih sering menggunakan teknik ini kalau pas di rumah.
“Teknik penyeduhan kopi terserah masing-masing orang. Mau yang simple atau pakai alat. Yang penting kita menikmati kopi hasil seduhannya,” ujarnya.
Ia berharap dengan para peserta mengikuti kegiatan workshop yang di gelar JCFF 2026 bisa mendapatkan ilmu, literasi berbagai informasi tentang seluk beluk kopi. Mulai dari pemilihan biji, tingkat pemanggangan, hingga kepresisian teknik penyeduhan dan penggunaan air.
“Mereka jadi tahu rahasia kelezatan kopi ternyata ditampilkan pada detail kecil yang konsisten. Sehingga pemahaman inilah yang mengubah kebiasaan minum kopi biasa menjadi sebuah pengalaman cita rasa yang utuh,” tutupnya. (Dsy)


























