FESyar Jawa 2026 Resmi Ditutup, Catat Transaksi UMKM Rp8,21 Miliar dan 294 Ribu Pengunjung
Jatimhits.id (Surabaya)— Gelaran Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 resmi ditutup di Grand City Convex Hall, Surabaya, Minggu (27/9/2026). Pameran dan forum ekonomi syariah yang berlangsung sejak Jumat (25/9/2026) tersebut berhasil mencatatkan transaksi ekonomi hingga puluhan ribu pengunjung.
Acara penutup yang dibawakan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim.
FESyar Regional Jawa 2026 berlangsung pada 25–27 September 2026 dengan mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital.”
Selama tiga hari penyelenggaraan, FESyar Jawa 2026 mencatatkan total transaksi sebesar Rp8,21 miliar dari 270 UMKM peserta syariah. Antusiasme masyarakat juga terlihat dari jumlah kunjungan yang mencapai 294.764 pengunjung, baik yang hadir secara memikat di lokasi acara maupun mengikuti rangkaian kegiatan secara bold.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, mengatakan berakhirnya FESyar bukan menjadi akhir dari kolaborasi yang telah dibangun. Menurutnya, berbagai sinergi yang terjalin selama penyelenggaraannya perlu dilanjutkan melalui program yang konkret dan berkelanjutan.
“FESyar Jawa 2026 boleh berakhir hari ini, tetapi semangat kolaborasi dan langkah pengembangan ekonomi syariah harus terus berlanjut,” tegas Ibrahim pada penutupan FESyar Jawa 2026 di Grand City Surabaya.
Pesan tersebut senada dengan Arah Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, saat pembukaan FESyar Jawa 2026 pada Sabtu (26/9/2026). Ia menekankan penguatan tiga pilar utama ekonomi syariah, yakni ekosistem rantai nilai halal yang terintegrasi dan berdaya saing, perluasan pembiayaan syariah, serta peningkatan literasi dan inklusi ekonomi dan keuangan syariah.
Pilar syariah ketiga diarahkan untuk memperluas manfaat ekonomi sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui sinergi antara pemerintah, regulator, lembaga keuangan, pelaku usaha, pesantren, dan berbagai pemangku kepentingan.

Senada dengan hal itu, Wakil Gubernur Jawa Timur yang jugaWakil Gubernur Emil Elistianto Dardak sekaligus Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Emil Elestianto Dardak, yang mewakili Gubernur Jawa Timur pada penutupan FESyar Regional Jawa mendesaknya memahami berbagai kerja sama yang telah terbangun selama penyelenggaraan FESyar.
Penguatan UMKM, perluasan akses pembiayaan, peningkatan kemandirian pesantren, serta peningkatan daya saing produk halal menjadi bagian penting dari tindak lanjut tersebut agar manfaat pengembangan ekonomi syariah semakin dirasakan masyarakat.
Selama tiga hari pelaksanaan, FESyar menghadirkan 42 rangkaian kegiatan melalui kolaborasi dengan 294 lembaga dan mitra strategis. Sebanyak 270 UMKM syariah berpartisipasi, baik secara langsung maupun melalui platform perdagangan digital, dengan nilai transaksi penjualan mencapai Rp8,21 miliar.
Sementara itu, sebanyak 242 sesi business matching menghasilkan komitmen pembiayaan sebesar Rp37,60 miliar dan komitmen transaksi perdagangan sebesar Rp43,26 miliar. Capaian tersebut menampilkan peran FESyar dalam mempertemukan pelaku usaha dengan sumber pembiayaan, mitra dagang, serta peluang pasar domestik dan internasional.
Perluasan manfaat ekonomi syariah juga diwujudkan melalui sejumlah program unggulan yang menyasar kebutuhan masyarakat. Di antaranya pembentukan Pasar Rakyat Halal, Aman, dan Sehat serta penguatan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) untuk meningkatkan kualitas, daya saing, dan akses pasar UMKM.
Selain itu, dikembangkan uang wakaf untuk mendukung pendidikan serta pembiayaan inovatif untuk pengadaan perumahan bagi guru madrasah dan pesantren anggota Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN).
Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi syariah tidak hanya terfokus pada pertumbuhan aktivitas usaha, tetapi juga terkait dengan sektor pendidikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Penguatan keuangan sosial syariah turut menjadi bagian dari rangkaian FESyar Jawa 2026. Melalui program WAKAFein, WAKAF Fun Walk, serta penghimpunan wakaf dalam rangkaian kajian, total dana wakaf yang terhimpun mencapai Rp60,40 juta.
Capaian tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam pengembangan keuangan sosial syariah sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Keberlanjutan sinergi juga diperkuat melalui Project Charter Sinergi dan Kolaborasi dalam Pengembangan Ekonomi Inklusif, Ketahanan Pangan, dan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Jawa Timur.
Komitmen tersebut melibatkan Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Otoritas Jasa Keuangan, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Timur, Kantor Wilayah Kementerian Agama, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), dan Majelis Ulama Indonesia.
Kesepakatan tersebut diarahkan untuk memperkuat koordinasi dan keterpaduan program dalam pemberdayaan UMKM, penguatan ketahanan pangan, serta pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Timur
Rangkaian FESyar Jawa 2026 di Surabaya sekaligus menjadi agenda penutup dari program Road to Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Selanjutnya, puncak acara ISEF 2026 berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 14–18 Oktober 2026 mendatang. (DSY)


























