Jatimhits.id (Bangkok, Thailand) – Program Studi (Prodi) S-1 Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memperluas kiprahnya ke dunia internasional dengan menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Kasetsart University, Thailand, yang berlangsung pada 3 Agustus 2026.
Dengan mengusung tema “Penguatan Literasi Budaya dan Pembelajaran Komunikasi Dasar Bahasa Jerman bagi Mahasiswa Kasetsart University Thailand”, program ini diselenggarakan dalam rangka mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4, SDG 8, dan SDG 17.
Kegiatan PkM internasional ini diketuai oleh Audrey Gabriella Titaley, S.Pd., M.Hum., bersama anggota tim yang terdiri dari Dra. Fahmi Wahyuningsih, M.Pd.; Amalina Rachmi Fatina, M.Pd.; Dwi Nur Cahyani Sri Kusumaningtyas, SS, M.Hum.; serta Femmy Angreany, S.Pd., M.Pd. Tim PkM berkolaborasi aktif dalam memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia sekaligus mengembangkan komunikasi lintas budaya di lingkungan kampus Kasetsart University Thaliland.
Menurut Ketua PkM UNESA Audrey Gabriella Titaley kegiatan ini menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing dalam membangun komunikasi dan pemahaman lintas budaya.
“Program Studi S-1 Pendidikan Bahasa Jerman FBS UNESA tidak hanya berkomitmen pada pengembangan kompetensi bahasa Jerman, tetapi juga mendorong penguasaan berbagai bahasa asing sebagai jembatan komunikasi dan pemahaman lintas budaya. Dalam konteks kegiatan di Thailand, bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa asing yang dapat memperkenalkan identitas, budaya, dan potensi Indonesia kepada masyarakat internasional,” ujar Audrey.
Kedatangan tim UNESA disambut hangat oleh Dr. Chamaipak Maiklad, Ph.D. dari Fakultas Humaniora, Universitas Kasetsart. Sebanyak 15 peserta yang terdiri dari dosen, staf, dan mahasiswa Kasetsart University mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusiasme.

Mengenalkan Indonesia Melalui Bahasa, Pariwisata, Musik, dan Tarian
Dalam rangkaian kegiatan bertajuk Global Indonesia–Jerman Culture and Communication Initiative (GIGCCI) 2026 ini, tim UNESA menghadirkan tiga narasumber yang membawakan materi yang berbeda, namun saling berkaitan, antara lain ;
1. Dr. Prima Vidya Asteria, S.Pd., M.Pd. yang memaparkan materi tentang bahasa Indonesia yang digunakan untuk komunikasi sehari-hari, memberikan pemahaman dasar tata bahasa sekaligus mengenalkan bahasa sebagai pintu masuk memahami kebudayaan masyarakat.
2. Dr. Dian Permatasari Kusuma Dayu, M.Pd. mengenalkan kekayaan destinasi wisata dan kebudayaan kota-kota di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, guna membuka wawasan peserta akan potensi pariwisata nusantara.
3. Audrey Gabriella Titaley, S.Pd., M.Hum. memperkenalkan ragam musik dan seni tari khas Indonesia. Sesi ini berlangsung interaktif dan ditutup dengan aksi menari Tari Maumere bersama seluruh peserta.
Sesi Tari Maumere bersama ini menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, gembira, serta memberikan pengalaman langsung bagi para peserta di Thailand dalam mengenal budaya Indonesia.

Wujud Nyata Kontribusi Terhadap SDSDGs
Pelaksanaan PkM internasional ini berkontribusi terhadap pencapaian tiga tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu :
1. SDG 4 (Pendidikan Berkualitas atau Pendidikan Berkualitas).
Diwujudkan melalui peningkatan literasi bahasa dan budaya serta pengembangan kompetensi komunikasi lintas budaya berbasis pengalaman (experiential learning). Dimana peserta tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi juga terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman.
2. SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi atau Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).
Diwujudkan melalui pengenalan potensi budaya dan pariwisata Indonesia. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan peserta mengenai industri pariwisata serta peluang pengembangan kompetensi dalam bidang bahasa, budaya, dan pelayanan internasional.
SDG 17 (Partnership for the Goals atau Kemitraan untuk Tekanan Tujuan).
Hal ini direalisasikan melalui penguatan jejaring kemitraan akademik internasional antara UNESA dan Kasetsart University untuk program kolaboratif masa depan. Kerja sama ini diharapkan dapat berkembang dalam bentuk kegiatan akademik, pertukaran pengetahuan, serta berbagai program kolaboratif lainnya.
Lebih lanjut Audrey menambahkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang materi komunikasi, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun hubungan antarmasyarakat melalui pengalaman interkultural.
“Melalui PkM 2026, peserta diperkenalkan di Indonesia secara interaktif melalui bahasa, kota-kota wisata, musik, dan tarian. Kegiatan menari Tari Maumere bersama menciptakan pengalaman interkultural yang menyenangkan sekaligus mempererat kemitraan antara UNESA dan Kasetsart University,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya internasionalisasi program studi dan penguatan kerja sama antar lembaga pendidikan.
“Kegiatan ini juga mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Tujuan. Kami berharap kolaborasi antara UNESA dan Kasetsart University dapat terus berlanjut melalui berbagai program akademik dan budaya lainnya,” tutupnya . (Ketua PkM UNESA, Audrey Gabriella Titaley, S.Pd., M.Hum)


























