Jatimhits.id (Surabaya) – Pameran Allpack Surabaya Expo 2026 resmi di buka Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Grand City Convex Surabaya, Rabu (1/8/2026).
Pameran internasional yang menghadirkan teknologi pengolahan, pengemasan (packaging), dan otomasi industri ini diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan daya saing industri manufaktur, UMKM, serta produk ekspor Indonesia, khususnya dari Jawa Timur.
Pameran yang digelar Krista Exhibitions berlangsung pada 1–4 Juli 2026 dan terbuka untuk masyarakat umum. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat industri nasional melalui inovasi dan kolaborasi.
Khofifah mengatakan penyelenggaraan ALLPack Surabaya Expo akan mendorong hilirisasi industri sekaligus meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri. Menurutnya, penguatan sektor manufaktur menjadi kunci percepatan proses tersebut.
Selain itu Khofifah menegaskan bahwa kemasan bukan lagi sekedar membungkus produk, melainkan faktor penting yang menentukan nilai tambah dan daya saing di pasar nasional maupun internasional.
“Saya sejak tahun 1992 selalu menyampaikan konsep petik, olah, kemas, jual. Nilai tambah sebuah produk justru diperoleh setelah proses pengolahan dan pengemasan. Pengemasan yang baik akan meningkatkan nilai jual produk petani maupun nelayan,” ujar Khofifah.
Selain itu banyak hasil pertanian dan perikanan mengalami kerugian akibat minimnya fasilitas pengolahan dan pengemasan. Produk yang melimpah saat panen sering tidak terserap pasar sehingga berakhirnya pembekuan.
Oleh karena itu, Khofifah mengapresiasi penyelenggaraan Allpack Surabaya Expo 2026 sebagai wadah mempertemukan pelaku industri, pemerintah, sejarawan, hingga investor dalam memperkuat ekosistem industri pengemasan nasional.
“Pengolahan dan pengemasan menjadi solusi agar produk kita memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, mampu bersaing di pasar ekspor, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan,” katanya.
Sementara itu, CEO Krista Exhibitions Daud Salim menjelaskan bahwa tahun ini menjadi momentum istimewa karena untuk pertama kalinya nama Allpack Surabaya diperkenalkan sebagai identitas baru pameran teknologi pengolahan dan pengemasan di Jawa Timur.

Perubahan nama tersebut menandai semakin luasnya meliputi pameran sebagai bagian dari jaringan Allpack Indonesia, pameran teknologi pengolahan dan pengemasan terbesar di Indonesia yang rutin diadakan setiap tahun di Jakarta.
“Melalui Allpack Surabaya kami membawakan pameran standar nasional dan internasional lebih dekat kepada pelaku industri di Jawa Timur dan Indonesia bagian timur,” ujar Daud.
Pameran berlangsung selama empat hari dengan diikuti sekitar 120 peserta dari 10 negara, termasuk Indonesia sebagai tuan rumah. Selain perusahaan nasional dan internasional, pameran juga melibatkan sekitar 30 pelaku IKM dan UMKM dari Jawa Timur serta berbagai daerah di Indonesia.
Berbagai teknologi yang ditampilkan meliputi mesin pengolahan makanan dan minuman, mesin pengemasan, otomasi pabrik, bahan kemasan berbahan plastik, kertas, karton, alumunium, kaca, hingga kemasan ramah lingkungan serta solusi logistik dan ekonomi sirkular.
Daud menambahkan, sejumlah peserta juga menawarkan layanan Original Equipment Manufacturing (OEM) yang membuka peluang bagi UMKM membangun merek sendiri dengan dukungan manufaktur profesional.
“Kami ingin Allpack Surabaya menjadi tempat bertemu, berkolaborasi, berinovasi, berinvestasi, dan tumbuh bersama bagi seluruh pelaku industri,” katanya.
Direktur Industri Kecil dan Menengah Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan Kementerian Perindustrian RI, Afrizal Haris, mengatakan paradigma industri kemasan kini telah berubah. Kemasan tidak lagi hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga harus memenuhi aspek keamanan pangan, legalitas, keinginan lingkungan, hingga tuntutan perdagangan global.
“Kalau dulu kemasan yang penting murah, sekarang harus memenuhi standar, mencantumkan informasi produk secara lengkap, serta menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan dapat didaur ulang,” ujarnya.
Afrizal mengungkapkan, dalam sepuluh tahun terakhir Kementerian Perindustrian telah memfasilitasi 2.169 IKM melalui konsultasi desain kemasan serta memberikan bantuan cetak kemasan kepada 679 IKM di seluruh Indonesia.
Selain itu, Kemenperin juga mengembangkan platform Kemasan digital yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperoleh layanan konsultasi desain, informasi regulasi, hingga peningkatan kualitas kemasan secara terintegrasi.
Pada kesempatan yang sama, Indonesia Packaging Federation (IPF) turut menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan pameran. Ketua IPF Aria Susanti menilai industri pengemasan terus berkembang seiring meningkatnya permintaan dari sektor makanan dan minuman, kosmetik, farmasi, jamu, hingga produk perawatan pribadi.
IPF juga menyelenggarakan seminar bertajuk Building Circular Packaging Ecosystem in Indonesia yang membahas tentang pengembangan ekosistem kemasan berkelanjutan melalui inovasi dan ekonomi sirkular.
Dengan diselenggarakannya Allpack Surabaya Expo 2026, diharapkan Jawa Timur semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat industri manufaktur, pengolahan, dan pengemasan terbesar di Indonesia sekaligus menjadi gerbang distribusi produk nasional menuju pasar global.
Jadi tunggu apalagi kunjungi pameran Allpack Surabaya (EastPack) 202 dan East Beauty Pack Expo Surabaya 2026 yang akan berlangsung 1-4 Juli 2026 di Grand City Surabaya pukul 10.00-19.00 WIB. Anda dapat melakukan registrasi secara online melalui register.kristaonline.com/visitor/eastpack. (Dsy)


























