• Latest
  • Trending
  • All
Hak atas Rasa Aman dan Keadilan Dipertanyakan, Keluarga M Soleh Bertahan di Rumah Miring dan Retak

Hak atas Rasa Aman dan Keadilan Dipertanyakan, Keluarga M Soleh Bertahan di Rumah Miring dan Retak

May 18, 2026
Libur sekolah, Daop 8 Surabaya Catat Kenaikan Penumpang hingga 21% atau Tembus 418.431 Orang

Libur sekolah, Daop 8 Surabaya Catat Kenaikan Penumpang hingga 21% atau Tembus 418.431 Orang

July 2, 2026
Peminat Jalur Mandiri UNAIR 2026 Melonjak, Tembus 6.335 Pendaftar, Kuota Diterima Hanya 1.200 

Peminat Jalur Mandiri UNAIR 2026 Melonjak, Tembus 6.335 Pendaftar, Kuota Diterima Hanya 1.200 

July 2, 2026
Allpack Surabaya Expo 2026 Resmi di Buka Gubernur Jatim Khofifah 

Allpack Surabaya Expo 2026 Resmi di Buka Gubernur Jatim Khofifah 

July 1, 2026
Polda Jatim Ungkap 195 Kasus Kejahatan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) Selama Juni 2026, Amankan 222 Tersangka

Polda Jatim Ungkap 195 Kasus Kejahatan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) Selama Juni 2026, Amankan 222 Tersangka

June 30, 2026
Melesat ke Peringkat 276 Dunia, Transformasi Berkelanjutan UNAIR Berbuah Manis

Melesat ke Peringkat 276 Dunia, Transformasi Berkelanjutan UNAIR Berbuah Manis

June 30, 2026
Era Baru Diplomasi Pendidikan Global: Kolaborasi Unair-Pakistan Resmikan Kantor OIC-COMSTECH di Surabaya

Era Baru Diplomasi Pendidikan Global: Kolaborasi Unair-Pakistan Resmikan Kantor OIC-COMSTECH di Surabaya

June 19, 2026
Resmi Dibuka, EastFood Indonesia Expo 2026 di Surabaya Jadi Pendorong Pertumbuhan Industri F&B Nasional

Resmi Dibuka, EastFood Indonesia Expo 2026 di Surabaya Jadi Pendorong Pertumbuhan Industri F&B Nasional

June 19, 2026
Wujud Kepedulian Infrastruktur, Pegadaian Surabaya Resmikan Jembatan Gantung Curah Banteng ke-261 di Batu Malang

Wujud Kepedulian Infrastruktur, Pegadaian Surabaya Resmikan Jembatan Gantung Curah Banteng ke-261 di Batu Malang

June 18, 2026
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jatim, EastFood dan EastPack 2026 Bakal Digelar di Surabaya

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jatim, EastFood dan EastPack 2026 Bakal Digelar di Surabaya

June 16, 2026
Eksklusif di JFK 2026: Kokola Luncurkan Varian Biskuit Baru di Booth “Cookie Land”

Eksklusif di JFK 2026: Kokola Luncurkan Varian Biskuit Baru di Booth “Cookie Land”

June 15, 2026
Dinas ESDM Jatim: Tambang Galian C Ilegal di Mojokerto Kini Masuk Ranah Pidana

Dinas ESDM Jatim: Tambang Galian C Ilegal di Mojokerto Kini Masuk Ranah Pidana

June 15, 2026
Aurora Ventures Resmi Hadir, Buka Akses Investasi Hingga US$250 Ribu bagi Startup Perempuan di Emerging Market

Aurora Ventures Resmi Hadir, Buka Akses Investasi Hingga US$250 Ribu bagi Startup Perempuan di Emerging Market

June 9, 2026
Thursday, July 2, 2026
No Result
View All Result
Jatim Hits
  • Peristiwa
  • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Gaya Hidup
    • Kuliner
    • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
  • Tragedi
    • Kriminal
  • Etalase
  • Inspirasi Tokoh
    • Sepenggal Cerita
  • Nusantara
  • TV
  • Adv
Jatim Hits
No Result
View All Result
Home Hukum

Hak atas Rasa Aman dan Keadilan Dipertanyakan, Keluarga M Soleh Bertahan di Rumah Miring dan Retak

by jatimhits
May 18, 2026
in Hukum
Hak atas Rasa Aman dan Keadilan Dipertanyakan, Keluarga M Soleh Bertahan di Rumah Miring dan Retak

M Sholeh warga Jalan Kalilom Lor Indah Seruni, Tanah Kali Kedinding, Surabaya yang sudah 10 tahun berjuang mencari keadilan terkait dampak pembangunan milik tetangganya yang mengakibatkan bangunan rumahnya menjadi miring nyaris ambruk

Share on FacebookShare on Twitter

Jatimhits.id (Surabaya) – Waktu terus berputar, tak terasa hampir 10 tahun M Sholeh warga jalan Kalilom Lor Indah Seruni, Tanah Kali Kedinding, Surabaya ini terjebak dalam labirin hukum yang berliku terkait dampak pembangunan gedung tiga lantai di samping rumahnya mengalami kerusakan fisik dimana pondasi dan bangunan rumah Sholeh mengalami kemiringan hingga 15 sentimeter. Dinding dan atap plafon retak serta ambrol, dan kusen pintu menjadi tidak bisa dibuka atau ditutup.

IMG 20260516 WA0021
Salah satu bukti retakan di dinding rumah Sholeh.

Perjuangan mencari keadilan yang sudah dilakukan selama ini seolah berhenti pada titik terendah. Kasus yang bermula sejak 2017 ini bukan hanya sekedar penyelesaian tanah atau pelanggaran Izin Mendirikan Bangunan (IMB), melainkan cermin retaknya perlindungan negara terhadap hak asasi manusia warganya, khususnya hak atas rasa aman dan kepastian hukum.

Soleh, yang awalnya hanyalah warga biasa yang ingin melindungi harta dan nyawanya, kini bertransformasi menjadi aktivis hak sipil dadakan.

Ia menyebutkan hilangnya Pasal 200 KUHP dalam proses penyidikan, pasal yang menurutnya paling relevan untuk menjerat pelaku perusakan.

Kekecewaan Soleh tidak hanya ditujukan kepada pihak pembangun, Sudarmanto, seorang pegawai BUMN pelayaran yang dituding lepas tangan dari tanggung jawab, tetapi juga kepada Pemerintah Kota Surabaya.

Soleh menilai pemkot terkesan melakukan pembiaran dengan tetap menerbitkan izin bangunan di tengah polemik yang belum tuntas.

Dampak dari kelambanan birokrasi dan penegakan hukum ini bukan sekedar materiil, melainkan traumatis psikologis yang mendalam.

Soleh dan keluarganya hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Kondisi rumah mereka yang terus menerus terancam roboh akibat konstruksi bangunan sebelah yang tidak memenuhi standar keamanan, telah menciptakan teror sehari-hari.

IMG 20260516 WA0020
Kondisi atap rumah Sholeh

Puncaknya, Kejadian pada 7 Februari dan 18 Maret 2026, risplang bangunan rumah M Soleh runtuh untuk kedua kalinya nyaris memakan jiwa korban. Yang semakin memperdalam dampak trauma Soleh dan istrinya.

Insiden yang hampir mencelakai istri Soleh menjadi bukti nyata bahwa negara gagal memberikan jaminan keselamatan bagi warganya.

“Saat itu risplang di rumah saya runtuh dan hampir mencelakai istri saya, tapi Gusti Allah masih menjaganya. Sampai kapan kami harus hidup dalam bayang ketakutan,” tutur Soleh.

Ketakutan akan atap yang bisa runtuh kapan saja adalah bentuk pelanggaran terhadap hak atas kehidupan dan keamanan pribadi yang dijamin dalam konstitusi.

Dalam perspektif Hak Asasi Manusia (HAM), apa yang dialami Soleh merupakan wujud dari kegagalan negara dalam memenuhi kewajiban positifnya.

Negara tidak hanya melarang pelanggaran HAM, tetapi juga wajib mencegah pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aktor non-negara, dalam hal ini pengembang swasta.

Ketika polisi dan pemerintah daerah diam saat segel dirusak, atau ketika perizinan tetap keluar meski ada peringatan, maka negara secara tidak langsung menjadi kompas dalam pelanggaran tersebut.

Rasa takut, intimidasi, dan tekanan batin yang dialami Soleh selama satu dekade adalah luka yang tak kasat mata, namun dampaknya sama destruktifnya dengan kerusakan fisik di rumahnya.

Sementara itu, Kuasa hukum Soleh, Marzuki SH MHum, menegaskan bahwa objektivitas hukum adalah harga mati. Ia menolak keras adanya tindakan sewenang-wenang yang mencederai rasa keadilan masyarakat.

Marzuki mengingatkan bahwa aparatur dan institusi terikat oleh aturan yang jelas, dan masyarakat serta masyarakat memiliki peran strategis sebagai kontrol sosial untuk memastikan roda keadilan tetap berputar pada porosnya.

Menyadari bahwa jalur hukum di tingkat daerah telah menemukan jalan buntu, Soleh kini menyiapkan langkah eskalasi. Ia berencana melaporkan jajaran Pemkot Surabaya hingga wali kota ke Direktorat Tindak Pidana Korupsi Mabes Polri.

Langkah ini diambil bukan semata-mata untuk mencari kemenangan pribadi, melainkan untuk membongkar dugaan praktik toleransi yang tidak transparan.

Soleh bahkan menyatakan kesiapannya untuk membawa perkara ini ke tingkat nasional, termasuk menyampaikan langsung uneg-unegnya kepada Presiden Prabowo Subianto.

Bagi Soleh, perjuangan ini telah melampaui urusan sertifikat tanah atau tembok yang retak. Ini adalah pertarungan untuk martabat.

Setiap surat pengaduan yang ia kirimkan ke berbagai lembaga pusat, termasuk istana negara, mengungkapkan hati rakyat kecil yang merasa ditinggalkan.

Tanggapan yang ia terima dari beberapa lembaga memberikan setitik harapan, namun ia sadar bahwa keadilan tidak bisa dibeli dengan janji.

Ia tetap optimistis, meski optimisme itu harus dibayar dengan hampir sepuluh tahun hidupnya yang dihabiskan dalam kecemasan.

Kisah Soleh adalah pengingat pahit bahwa dibalik gemerlap pembangunan kota, ada warga yang terperangkap dalam struktur kekuasaan yang timpang, di mana hak asasinya digadaikan oleh kepentingan segelintir orang.

Kondisi ini sangat berdampak pada Psikologis karena kasus ini berlarut-larut tanpa adanya ganti rugi yang jelas, memicu tekanan mental dan hilangnya rasa aman bagi penghuni rumah.

Akankah keadilan akan muncul menunggu timbulnya korban jiwa terlebih dahulu, barulah M. Soleh mendapatkan keadilan? (Dsy)

Post Views: 55
Tags: Dugaan Pelanggaran HAMKasus Rumah Miring Kalilom LorSoleh Cari Keadilansurabaya
Share197SendTweet123
jatimhits

jatimhits

Related Posts

Polda Jatim Ungkap 195 Kasus Kejahatan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) Selama Juni 2026, Amankan 222 Tersangka

Polda Jatim Ungkap 195 Kasus Kejahatan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) Selama Juni 2026, Amankan 222 Tersangka

by jatimhits
June 30, 2026
0

...

Tiga Supir Pelaku Pengeroyokan Polisi di SPBU Kenjeran Terancam Hukuman Berat

Tiga Supir Pelaku Pengeroyokan Polisi di SPBU Kenjeran Terancam Hukuman Berat

by jatimhits
April 30, 2026
0

...

Tantri Sanjaya usai diperiksa di Ditreskrimsus Polda Jatim

Dugaan Penyerobotan Tanah dan Dana Desa di Trosobo, Warga Lapor ke Polda Jatim

by jatimhits
September 8, 2025
0

...

Daniel Julian Tangkau, S.H., M.Kn., LL.M. tunjukkan surat gugatan rekonvensi pada PT Anyar.

PT Anyar Kembali Gugat Perkara Yang Sudah SP3

by jatimhits
August 8, 2025
0

...

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Perahu Penyeberangan Berpenumpang 50 Orang Hanyut di Sungai Brantas Jombang

Perahu Penyeberangan Berpenumpang 50 Orang Hanyut di Sungai Brantas Jombang

December 12, 2024
Asyik Ngobrol, Pemotor Tabrak Truk Mogok di Flyover Peterongan 1 Tewas 1 Luka

Asyik Ngobrol, Pemotor Tabrak Truk Mogok di Flyover Peterongan 1 Tewas 1 Luka

November 28, 2024
Tim Gabungan Buru Pelaku Penganiayaan di Mojosongo

Tim Gabungan Buru Pelaku Penganiayaan di Mojosongo

November 28, 2024
Turunkan covid -19 , BI Jatim beri bantuan

Bank Indonesia, BMPD dan IPEBI Jatim Sumbang Alat Terapi Oksigen ke RSUD DR. Soetomo

0
CEGAH KLUSTER KELUARGA, PEMKOT SURABAYA SIAPKAN RS DARURAT DI TIAP KELURAHAN

CEGAH KLUSTER KELUARGA, PEMKOT SURABAYA SIAPKAN RS DARURAT DI TIAP KELURAHAN

0
Busukan di Kampung 1001 Malam Dupak, Gubernur Khofifah Bagi 250 Paket Sembako kepada Warga ‘Unregistered People’

Busukan di Kampung 1001 Malam Dupak, Gubernur Khofifah Bagi 250 Paket Sembako kepada Warga ‘Unregistered People’

0
Libur sekolah, Daop 8 Surabaya Catat Kenaikan Penumpang hingga 21% atau Tembus 418.431 Orang

Libur sekolah, Daop 8 Surabaya Catat Kenaikan Penumpang hingga 21% atau Tembus 418.431 Orang

July 2, 2026
Peminat Jalur Mandiri UNAIR 2026 Melonjak, Tembus 6.335 Pendaftar, Kuota Diterima Hanya 1.200 

Peminat Jalur Mandiri UNAIR 2026 Melonjak, Tembus 6.335 Pendaftar, Kuota Diterima Hanya 1.200 

July 2, 2026
Allpack Surabaya Expo 2026 Resmi di Buka Gubernur Jatim Khofifah 

Allpack Surabaya Expo 2026 Resmi di Buka Gubernur Jatim Khofifah 

July 1, 2026
Jatim Hits

Copyright © 2021 Jatimhits.

Navigate Site

  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Gaya Hidup
    • Kuliner
    • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
  • Tragedi
    • Kriminal
  • Etalase
  • Inspirasi Tokoh
    • Sepenggal Cerita
  • Nusantara
  • TV
  • Adv

Copyright © 2021 Jatimhits.