Jatimhits.id (Jakarta) — Setelah melalui rangkaian pembelajaran, mentoring, dan proses seleksi nasional yang ketat akhirnya Samsung Electronics Indonesia resmi mengumumkan dua tim terbaik dari masing-masing kategori peserta dalam program Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 7 tahun 2026. Tim Lumyx dari SMA Darma Yudha Kota Pekanbaru, Riau dan Tim Outliers dari Universitas Kristen Satya Wacana Kota Salatiga, Jawa Tengah terpilih menjadi tim terbaik pertama.
Keduanya menciptakan serta menguraikan solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT). Inovasi mereka lahir dari permasalahan yang terjadi di sekitar mereka.
Menurut Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia, penilaian
dari para juri dilakukan berdasarkan presentasi dan representasi ide, kesesuaian masalah dan solusi, mewujudkan prototipe, Integrasi AI dan IoT, pemahaman teknis selama tanya jawab dengan juri serta inovasi dan potensi masa depan.
“Samsung Innovation Campus tidak hanya tentang pembelajaran teknologi, tetapi tentang membuka peluang. Kami percaya setiap anak muda memiliki potensi besar ketika diberi akses, bimbingan, dan kepercayaan. Kami mengucapkan selamat kepada tim terbaik atas pencapaian luar biasa ini. Pencapaian ini adalah bukti kerja keras, ketekunan, dan semangat kolaborasi yang membawakan sepanjang program,” kata Bagus Erlangga.
Tim Lumyx – SMA Darma Yudha Kota Pekanbaru Riau

Inilah Empat anggota tim dari SMA Darma Yudha Kota Pekanbaru, Riau yang telah menciptakan inovasi yang diberi nama Alex Personal AI Assistant berbasis IoT. Inovasi ini dirancang untuk menjadi sarana pendamping belajar sekaligus asisten pribadi dengan interaksi yang alami.
Menurut Davin Loana, perwakilan sekaligus pengembang Asisten AI Alex dari tim Lumyx menjelaskan bahwa Alex ini tidak hanya merespons perintah, tetapi juga mampu mendengarkan secara real-time, merangkum informasi, serta membangun memori pribadi pengguna secara berkelanjutan. Dengan dukungan transmisi audio visual serta machine learning berbasis edge dan server, Alex menghadirkan pengalaman interaksi yang lebih kontekstual tanpa memerlukan aplikasi yang kompleks.
“Kami ingin menciptakan AI yang tidak hanya menjawab perintah, tetapi benar-benar memahami konteks dan kebutuhan penggunanya. Proses iterasi dan debugging justru menjadi pengalaman belajar terbesar bagi kami,” kata Davin Loana.
Tim Pencilan – Univ. Kristen Satya Wacana, Salatiga, Jawa Tengah

Sementara itu Tim Outliers menciptakan PhysioTrack. Dimana PhysioTrack ini adalah solusi rehabilitasi pascastroke berbasis AI dan IoT yang memungkinkan pasien menjalani terapi dari rumah secara lebih terukur dan tetap terpantau oleh terapis.
Lebih lanjut Gaezka Ardhika Putra, perwakilan Tim Outliers menjelaskan bahwa melalui integrasi sensor IoT. Sistem ini mengumpulkan data latihan dan indikator fisiologis yang kemudian dianalisis oleh model AI untuk menghasilkan status risiko serta rekomendasi berbasis data. Pendekatan ini meningkatkan akses terapi sekaligus menjaga kualitas pemantauan klinis.
“Kami melihat banyak pasien kesulitan menjalani terapi rutin. Melalui integrasi AI dan IoT, kami ingin menghadirkan sistem yang membantu pasien berlatih dari rumah, namun tetap terhubung dengan melalui data terapi yang terukur.” ujar Gaezka Ardhika Putra
Dengan hadirnya dua solusi terbaik tahun ini jelas menampilkan bagaimana AI dan IoT dapat diterapkan secara kontekstual untuk menjawab tantangan masyarakat.
SIC hadir sebagai ruang bertumbuh bagi generasi muda Indonesia. Dengan pendampingan guru dan dosen, pembelajaran ini menciptakan efek pengganda, memperkuat literasi AI di sekolah dan kampus, serta menumbuhkan ekosistem inovasi yang lebih luas.
“Pembelajaran yang baik harus menghadirkan tiga aspek yaitu mind full, Meaning full, dan joy. Dimana disini siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga merasakan makna dalam proses belajar. Kami melihat pendekatan ini tercermin dalam SIC,” kata Tenaga Ahli Mendikdasmen Bidang Teknologi Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
Dengan di gelarnya program Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 7 tahun 2026, para generasi muda diharapkan dapat terus berkarya menciptakan berbagai inovasi teknologi yang dapat memberikan kebermanfaatan banyak bagi sekitar masyarakat kita. (Dsy)


























