Jatimhits.id (Surabaya) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya resmi meluncurkan Fakultas Kedokteran baru. Ditandai dengan pemindaian tangan (hand scan) oleh Rektor Untag Surabaya, Ketua YPTA Surabaya, Dekan Fakultas Kedokteran, dan Wakil Gubernur Jatim.
Dengan tema ‘Patriot Merah Putih Mewujudkan Generasi Medis Penjaga Napas Bangsa’ peluncuran ini digelar di Auditorium R. Soeparman Hadipranoto, Graha Wiyata Lantai 9 Kampus Untag, Rabu (9/7/2025)
Pembukaan Fakultas Kedokteran ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor: 69/A/O/2024 tentang Izin Pembukaan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter yang diselenggarakan oleh Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA)Surabaya.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Listianto Dardak, jajaran struktural dan Civitas akademika YPTA Surabaya, seluruh Civitas Akademika Untag Surabaya. Serta tamu antara lain Dekan Fakultas Kedokteran UMI Makassar, Dr.dr. H. Nasrudin AM, Sp.OG(K), MARS, M.Si. selaku pembina Fakultas Kedokteran (FK) Untag Surabaya, Direktur RSUD Haji Jawa Timur dr. Tauhid Islamy, Sp.OG., K.Fm, kepala puskesmas Surabaya, Gresik, Sidoarjo. Dan tidak ketinggalan guru dan siswa dari 30 SMA se-Jawa Timur.
Fakultas Kedokteran Untag Surabaya membawa visi besar “Menjadi Fakultas Kedokteran yang Unggul Berbasis Nilai, Karakter Bangsa, dan Berjiwa Patriot” serta visi keilmuan “Menghasilkan Dokter Unggul dalam Kedokteran Pencegahan Fokus pada Penyakit Infeksi Sistem Pernapasan Khususnya Pneumonia.”
Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Untag Surabaya, Poerwadi, dr. Sp.B., Sp.BA., Subsp. DA(K), bahwa butuh perjuangan panjang selama 7 tahun untuk berdirinya FK Untag Surabaya ini.
“Perjuangan sampai grand opening ini memakan waktu tujuh tahun. Mulai dari titik 0 mempersiapkan persyaratan semua. Saya mengemban tugas sebagai dekan itu adalah tugas yang sangat menantang bagi diri saya. Walaupun saya tua, umur saya sudah 76 tahun, tapi berkat semangat yang diberikan oleh sesepuh saya Prof Purhito dan Prof Dikman, saya masih bersedia untuk berdiri di sini, demi untuk nusa dan bangsa. Untuk mendidik dokter-dokter yang berjiwa nasionalis dan patriotik,” ungkapnya .
Bahkan pada kesempatan ini dr. Poerwadi menambahkan bahwa pengalamannya sebagai dokter muda yang ditugaskan di daerah terpencil Bungku, Sulawesi Tengah, menjadi terbentuknya awal jiwa sebagai dokter patriotik.
“Jiwa-jiwa patriotik itulah yang ingin kita tularkan kepada anak-anakku semua. Ternyata setelah saya diangkat menjadi dekan, saya sangat terpanggil dan menghayati Untag itu bagaimana, terutama tentang pemaknaan PERTIWI. Saya akan menghancurkan nama saya demi kualitas ini,” jelas dr.Poer
Sementara itu Rektor Untag Surabaya, Prof. Mulyanto Nugroho, MM, CMA., CPA., menekankan bahwa Fakultas Kedokteran ini menjadi bagian dari implementasi catur dharma Untag Surabaya, dengan mempunyai ciri khusus sebagai patriotisme.
“Dari 8 fakultas yang ada di Untag Surabaya, termasuk FK yang menjadi fakultas baru ini, semuanya dididik menjadi patriotik-patriotik yang mendahulukan kepentingan bangsa daripada kepentingan pribadi,” jelasnya
Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Si., menyampaikan apresiasi atas lahirnya FK Untag Surabaya.
“Selama tujuh tahun perjuangan, akhirnya kampus nasionalis berhasil melahirkan Fakultas Kedokteran. Indonesia masih sangat membutuhkan dokter. Dan kami bangga, bahwa Jawa Timur ini menjadi rumah fakultas kedokteran yang mumpuni karena akan melahirkan bukan saja dokter yang kompeten tapi dokter yang patriotik,” ujar Wakil Gubernur Jawa Timur.
Di tempat yang sama Kepala LLDIKTI VII Jawa Timur, Prof. Dyah Sawitri, mengatakan bahwa pendirian FK Untag Surabaya sebagai kontribusi strategi dalam penguatan penelitian berdampak dan pendidikan tinggi di Jatim.
“Kami dari LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur menyampaikan selamat atas karya nyata dari Untag Surabaya yang telah menghasilkan atau membuka saat ini adalah Kedokteran. FK ini menjadi aset strategis Fakultas untuk pendidikan tinggi di Jatim karena penelitian yang dilakukan adalah penelitian yang berdampak,” kata Prof. Dyah

Pada kesempatan ini di gelar juga Talkshow bertema “Patriot Merah Putih Mewujudkan Generasi Medis Penjaga Napas Bangsa” menghadirkan tokoh-tokoh penting di dunia kesehatan seperti dr. Reisa Broto Asmoro, Prof.Dr.med. Puruhito, MD, FICS, FAMM, dan Prof.dr. HM Dikman Angsar, SpOG(K),
Tokoh ini ketiga menyoroti pentingnya sistem pernapasan dalam pendidikan kedokteran. Dimana beban penyakit pernapasan di Indonesia sangat tinggi, mulai dari tuberkulosis yang menempati peringkat dua tertinggi di dunia, pneumonia sebagai penyebab utama kematian balita, hingga polusi udara yang memperparah asma dan kanker paru.
“Kita harus apresiasi lagi FK Untag Surabaya yang memang unggul dan fokusnya di bidang pernapasan,” ujarnya. dr. Reisa
Selain itu dokter cantik ini juga menyoroti pentingnya komunikasi medis, yakni kemampuan dokter menyampaikan informasi kesehatan dengan bahasa yang dapat dipahami oleh masyarakat luas.
“Komunikasi medis adalah satu hal yang paling penting dan harus diajarkan di Fakultas Kedokteran,” tambahnya.
Sedangkan Prof.Dr.med. Puruhito, MD, FICS, FAMM, menegaskan semangat nasionalisme dan pengabdian dalam profesi kedokteran serta menyoroti kemajuan teknologi IPTEKDOK seperti kecerdasan buatan untuk diagnostik, virtual reality dalam pelatihan medis, stem cell, hingga nanoteknologi yang akan membentuk masa depan kedokteran, hingga menekankan pentingnya memadukan teknologi tersebut dengan nilai-nilai kepedulian dan pengabdian.
“Dokter patriotik adalah semangat dokter dengan jiwa patriot merah putih yang diusung oleh Fakultas Kedokteran Untag Surabaya,” katanya.
Sedangkan Prof.dr. HM Dikman Angsar, SpOG(K), mengajak para calon dokter untuk meneladani semangat pejuang dalam jiwa dokter yang rela berjuang demi kemandirian dan keselamatan rakyat. Dimana seorang dokter sejatinya adalah mereka yang siap berkorban demi bangsa dan tanah air karena rasa cintanya yang tulus.
“Apa yang pejuang? Mata kita pejuang, badan kita pejuang, hidung kita pejuang, dan nafas kita adalah pejuang,” ujarnya
Acara dilanjutkan dengan sharing session bertajuk ‘Langkah Menjadi Dokter Dimulai di FK Untag Surabaya’ bersama Kaprodi S1 Kedokteran, dr. Ronny Mulyono, SpA. Dan mengajak para siswa SMA se-Jatim ini mengikuti tur kampus, melihat dan mengenalkan semua fasilitas yang ada di FK Untag Surabaya.
Dengan hadirnya FK Untag Surabaya yang mengedepankan nilai-nilai patriotisme dan keunggulan sistem pernapasan, diharapkan mampu mencetak dokter-dokter unggul yang siap mengabdi di seluruh pelosok negeri dan dapat berperan aktif dalam pencegahan dan penanganan penyakit infeksi sistem pernapasan. (Dsy)


























