Jatimhits.id (Surabaya) – Universitas Airlangga (Unair) masih menjadi perguruan tinggi favorit meski semua tahu tingkat penerimaannya sangat ketat, terbukti hasil jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 dari 69.620 peserta yang mendaftar, yang berhasil lolos menjadi Kesatria Airlangga hanya 3,9% atau 2.771 peserta dan sebanyak 470 merupakan calon peserta penerima Kart Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Dari jumlah peserta yang lolos tersebut berasal dari 32 wilayah di Indonesia. Kehadiran mereka di kampus Unair ini menunjukkan daya tarik Unair sebagai perguruan tinggi nasional yang mampu menjangkau calon mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk luar Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua Barat.
Hal itu disampaikan Rektor Unair, Prof Muhammad Madyan, di Hal lantai 1 Gedung Manajemen Kampus C Unair, Senin (25/5/2026).
Menurut Prof Madyan tingginya jumlah pendaftar yang menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di UNAIR terus meningkat setiap tahun.
“Tahun ini persaingannya semakin ketat. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di UNAIR terus tumbuh,” ujarnya.
Diakui Prof Madyan bahwa persaingan untuk bisa diterima di kampus ini sangat ketat dimana rata-rata satu calon mahasiswa harus bersaing dengan sekitar 25 peserta lainnya.
Dimana pada SNBT 2026 ini UNAIR mencatat Program Sarjana dari 32.693 pendaftar yang berhasil lolos menjadi Kesatria Airlangga hanya 2.670 peserta. Fakultas Kedokteran masih menjadi pilihan Favorit dengan jumlah pendaftar 2893 peserta meski yang diterima hanya 90.
Selain itu rerata nilai SNBT kelompok saintek tertinggi tetap pada fakultas Kedokteran dengan nilai 730,45. Sedangkan pada kelompok soshum, Program Studi Akuntansi menjadi yang tertinggi dengan rerata nilai 684,33.
Lebih lanjut Prof Madyan juga menjelaskan bahwa ada tren menarik pada SNBT 2026 dimana peminatnya Program Vokasi sangat tinggi, terbukti jumlah pendaftar mencapai 36.567 peserta meski yang diterima hanya 704 peserta saja dengan tingkat keketatan penerimaannya mencapai 1,39%.
“Dibanding tahun lalu, Program Vokasi tahun 2026 ini memang meningkat tajam. Hal ini menunjukkan semakin banyak siswa yang mulai mempertimbangkan pendidikan yang lebih dekat dengan kebutuhan industri dan dunia kerja,” ungkap Prof Madya
Fakultas Keperawatan (D3) menjadi favorit pada program Vokasi dengan jumlah pendaftar mencapai 5216 dan yang berhasil lolos hanya 60 peserta. Dilanjutkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja-K3 (D4) dengan jumlah pendaftar 4792 peserta dan yang lolos hanya 60 peserta dengan rerata nilai tertinggi, yakni 659,76.
Prof Madyan menekankan bahwa seleksi yang terlaksana di Unair sudah murni dan bebas dari kondisi. Dan bagi peserta yang belum lolos SNBP tidak perlu berkecil hati karena Unair masih membuka sejumlah jalur penerimaan lainnya, mulai dari jalur mandiri prestasi, mandiri reguler, hingga jalur internasional yang bisa di lihat https://pendaftaran.unair.ac.id
Sementara itu Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unair, Dr Achmad Solihin menambahkan bahwa Unair gencar melakukan antisipasi terkait masalah kejadian yang kerap kali terjadi. Termasuk saat tes Jalur Mandiri yang akan berlangsung pada
“Tentunya kami sudah mempersiapkan semaksimal mungkin, seperti pemeriksaan metal detector, verifikasi atau verifikasi terkait dokumen serta wajah dan beberapa mekanisme lainnya,” jelas Solihin.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keakuratan proses seleksi serta seluruh peserta mengikuti ujian secara adil dan transparan. (Dsy)























