Rawat Hubungan 7 Abad, Jatim dan Yaman Pererat Kerja Sama Strategis
Jatimhits.id (Surabaya) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kerja Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh di Gedung Negara Gedung Negara Grahadi, Senin (17/5/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan historis, budaya, pendidikan, hingga perdagangan antara Jawa Timur dan Yaman, khususnya Provinsi Hadramaut.
Dalam suasana hangat dan penuh nuansa persaudaraan, Khofifah menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Yaman bukanlah hubungan yang baru terjalin dalam beberapa dekade terakhir.
Menurut Gubernur Wanita pertama di Jatim ini mengatakan bahwa ikatan kedua wilayah sudah berlangsung selama ratusan tahun melalui jalur dakwah, pendidikan, hingga perdagangan
“Lebih dari 700 tahun yang lalu, ulama-ulama Yaman sudah datang ke Indonesia. Hubungan pendidikan antara Indonesia dan Jawa Timur terutama, untuk belajar di Yaman itu tinggi sekali,” ujar Khofifah.
Ia menjelaskan, selama ini Yaman, terutama Hadramaut, menjadi salah satu tujuan penting bagi pelajar dan santri asal Indonesia untuk memperdalam ilmu agama. Sebaliknya, Jawa Timur juga membuka ruang besar bagi mahasiswa Yaman untuk menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi maupun pesantren.
Menurut Khofifah, hubungan timbal balik di bidang pendidikan itu penting dipertahankan karena memiliki fondasi moderasi beragama yang kuat.
“Oleh karena itu, selain hubungan pendidikan yang bisa kita kuatkan secara resiprokal, mahasiswa Yaman belajar di Indonesia terutama di Jawa Timur, sebaliknya mahasiswa Jawa Timur yang sudah begitu banyak belajar di Yaman, karena memang perspektif keberagamaannya moderasi,” katanya.
Khofifah menilai penguatan pendidikan berbasis moderasi menjadi kebutuhan penting di tengah dinamika global saat ini. Ia menyebut, para pelajar yang belajar lintas negara akan menjadi jembatan nilai toleransi dan harmoni ketika kembali mengabdi di tengah masyarakat.
Selain pendidikan, pertemuan tersebut juga membahas peluang kerja sama perdagangan antara Jawa Timur dan Yaman. Khofifah menyebut sejumlah produk Yaman sejatinya sudah sangat dikenal masyarakat Indonesia.
“Kalau kawan-kawan mengenal baik yang dijual di sini, apalagi yang sedang haji dan umrah, yang dicari kalau madu itu Madu Yaman,” ujarnya sambil tersenyum.
Menurutnya, produk-produk asal Yaman memiliki citra kuat di pasar Indonesia. Tidak hanya madu, tetapi juga buah delima asal Yaman yang selama ini populer di kalangan jamaah haji dan umrah.
“Kalau yang pernah haji dan umrah pergi ke Thaif, maka yang dijual di sana delima paling top juga Delima Yaman,” tambahnya.
Karena itu, Khofifah memandang penguatan jalur perdagangan antara kedua wilayah menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi bersama.
Menariknya, dalam pertemuan itu juga terungkap adanya pengaruh budaya Indonesia yang cukup kuat di Hadramaut. Khofifah mengungkapkan bahwa beberapa istilah makanan khas Indonesia ternyata digunakan di wilayah tersebut.
“Menurut Yang Mulia Bapak Duta Besar, bahkan ada beberapa diksi bahasa Indonesia itu digunakan untuk jenis makanan di Hadramaut. Apakah gado-gado, nasi goreng, rujak, juga sambal,” ungkapnya.
Hal itu, menunjukkan betapa erat hubungan sosial dan budaya masyarakat Indonesia dengan Yaman yang telah terbangun selama berabad-abad.
“Artinya betapa persaudaraan antara Indonesia dan Yaman, terutama Hadramaut itu sudah begitu kuatnya,” tuturnya.
Ia bahkan menyebut produk mi instan Indonesia juga telah memiliki pabrik di Yaman. Fakta tersebut dinilai menjadi bukti hubungan ekonomi kedua negara sudah berjalan cukup lama dan berkembang secara alami melalui interaksi masyarakat.
Tak hanya itu, Khofifah juga menyinggung kedekatan budaya melalui musik dan lagu-lagu Yaman yang populer di Indonesia. Dengan nada bercanda, ia sempat melantunkan potongan lagu religi khas Yaman yang dikenal luas di Indonesia.
“Ya, ini lagu yang sangat populer di Yaman tapi kemudian sangat populer di Indonesia. Artinya saya hafal lagu ini sudah cukup lama,” katanya sambil tertawa.
Hubungan panjang yang telah terbangun itu dapat menjadi fondasi kuat untuk memperluas kerja sama antardaerah, khususnya antara Jawa Timur dan Hadramaut. Meski demikian, ia menegaskan proses kerja sama formal nantinya tetap akan mengikuti mekanisme pemerintah pusat melalui Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri, serta DPRD Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, Dubes Yaman untuk Indonesia, Salem Ahmed Abdulrahman Balfakeeh, menegaskan bahwa hubungan Yaman dan Indonesia memiliki makna yang sangat istimewa.
“Hubungan antara Provinsi Hadramaut dengan Provinsi Jawa Timur bukan hanya hubungan biasa,” ujarnya.
Menurut Salem, masyarakat Yaman memandang Indonesia bukan sekadar negara sahabat, melainkan saudara kandung yang memiliki sejarah panjang.
“Indonesia ini sebagai saudara kandung dengan negeri Yaman,” katanya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, masyarakat Yaman telah berhijrah ke Indonesia sejak abad awal perkembangan Islam dan ikut berkontribusi dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
“Orang-orang Yaman banyak yang berhijrah mulai tahun 7 Hijriah ke negeri Indonesia ini. Dan juga mereka hidup di negeri yang suci ini,” tuturnya.
Salem menilai komunitas keturunan Yaman di Indonesia memiliki peran besar dalam bidang dakwah, pendidikan, perdagangan, hingga sosial kemasyarakatan.
Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk kembali memperkuat hubungan yang sudah diwariskan sejak lama.
“Maka generasi-generasi kita ingin membangun kembali hubungan-hubungan tersebut,” ujarnya.
Ia berharap berbagai rencana kerja sama yang dibahas dalam pertemuan bersama Pemprov Jatim dapat segera direalisasikan dan memberi manfaat bagi kedua wilayah.
“Dan saya berharap semoga rencana-rencana ini semua tercapai,” pungkasnya. (Dsy)






















