UTBK-SNBT 2026 di Universitas Airlangga: 16.672 Peserta Bersaing di 22 Ruang Ujian
Jatimhits.id (Surabaya) – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Pusat UTBK Universitas Airlangga (UNAIR) resmi bergulir sejak Selasa 21-30 April 2026. Sebagai salah satu pusat ujian favorit di Jawa Timur, UNAIR memfasilitasi belasan ribu peserta yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia hingga mancanegara.
Menurut Wakil Rektor Bidang Akademik, Mahasiswa, dan Alumni (AMA) UNAIR, Prof. Ir. Mochammad Amin Alamsjah, M.Si., Ph.D., tahun ini UNAIR menyiapkan kapasitas sebanyak 17.600 kursi. Dari kuota tersebut, tercatat sebanyak 16.672 peserta dari 38 wilayah di Indonesia atau sekitar 94,7% telah terdaftar untuk mengikuti ujian di kampus pahlawan ini.
“Peserta berasal dari 38 provinsi dan klaster luar negeri,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik, Mahasiswa, dan Alumni (AMA) Unair, Prof Mochammad Amin Alamsjah di Surabaya
Untuk menjaga kelancaran, ujian dibagi menjadi dua sesi setiap hari (pagi dan siang) dengan total 19 sesi sepanjang periode ujian.
Pelaksanaan ujian dipusatkan di dua lokasi utama dengan infrastruktur teknologi yang sangat ketat:
Kampus Dharmawangsa (Kampus B): Meliputi 13 ruang CBT yang tersebar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Hukum (FH), Psikologi, FISIP, dan Fakultas Vokasi.
Kampus MERR (Kampus C): Meliputi 9 ruang CBT di Gedung PPMB, Gedung Nano, Gedung Nani, dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM).
“Fasilitas khusus dari pihak UTBK Unair, yakni seluruh lokasi dilengkapi ruang transit peserta, serta disediakan teh hangat dan snak pagi untuk peserta sesi pagi. Kami juga sudah menyiapkan tenaga kesehatan dan ambulans untuk antisipasi,” ujar Prof Amin.
Selain itu, untuk mengantisipasi praktik kecurangan atau perjokian, UNAIR menerapkan protokol keamanan tinggi yaitu pemeriksaan Metal Detektor, dimana setiap peserta diperiksa ketat sebelum memasuki ruang ujian.
Selain itu langkah unik lainnya untuk mencegah penyembunyian perangkat elektronik, peserta diwajibkan mengganti alas kaki atau masuk tanpa alas kaki ke dalam ruang steril.
“Kami mendapat instruksi dari pusat untuk meningkatkan pengawasan. Upaya ini kami lakukan agar praktik perjokian bisa ditekan semaksimal mungkin,” tegas Prof Amin.
Selain itu salah satu poin penting dalam UTBK tahun ini adalah komitmen UNAIR terhadap inklusivitas. Sebanyak 22 peserta disabilitas mengikuti UTBK, terdiri atas 18 tuna rungu dan 4 tuna daksa yang dijadwalkan pada sesi kedua.
Prof Amin memastikan bahwa layanan khusus bagi peserta disabilitas sehingga mereka bisa mengerjakan soal dengan nyaman tanpa kendala teknis.
Untuk Sanski keterlambatan, panitia menerapkan terlambat lebih dari 30 menit otomatis dinyatakan gugur dan tidak diperbolehkan mengikuti ujian. Sehingga di harapkan para peserta bisa menyiapkan diri sebaik mungkin. (Dsy)























