Jatimhits.id (Surabaya) – Investasi menjadi pendorong utama pembentukan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas regional, hal ini ditegaskan Kepala Perwakilan BI Jatim Ibrahim dalam acara High Level Meeting (HLM) Forum Investasi Jawa Timur 2025.
Kegiatan yang diselenggarakan antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur yang di gelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (16/7/2025)
Forum yang mengusung tema “Akselerasi Peningkatan Investasi untuk Menciptakan Lapangan Kerja” ini dihadiri lebih dari 180 peserta terdiri dari jajaran Pimpinan Daerah Kab/Kota dari seluruh Jawa Timur, termasuk 20 Bupati/Walikota, 4 Wakil Bupati, 3 Sekretaris Daerah, Kepala DPMPTSP dan Bapeda dari 38 Kabupaten/Kota, serta seluruh anggota forum investasi.
Lebih lanjut Kepala Perwakilan BI Jatim Ibrahim menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki daya saing tinggi dengan dukungan infrastruktur dan pasar yang besar. Meski demikian, Ibrahim menekankan bahwa masih terjadi peningkatan ruang pada pasar tenaga kerja, penerapan TIK, dan sistem keuangan.
“Penguatan aspek-aspek tersebut menjadi kunci dalam mendorong akselerasi investasi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Ibrahim usia pelaksanaan
Sementara itu Gubernur Jawa Timur Indar Parawansa menekankan pentingnya peningkatan investasi PMA dan PMDN, khususnya pada Proyek Strategis Nasional, seperti tebu dan sapi perah yang dinilai siap secara ekosistem dan mendukung ketahanan pangan nasional.
“Kami mendorong pendekatan proaktif dalam menjaring peluang investasi baru, percepatan infrastruktur, efisiensi logistik serta konsensi atas komitmen bersama sebagai landasan pertumbuhan berkelanjutan,” kata Mantan Menteri Sosial
Terkait apa saja hasil yang sudah di capaian dari pelaksanaan forum ini, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menjelaskan bahwa banyak hal yang sudah di capai termasuk terbentuknya 46 proyek Investment Project Ready to, Offer (IPRO) senilai RR 57,5 triliun. Serta, 12 Letter of Intent (LoI) dari investor asing selama pelaksanaan East Java Investment Forum (EJIF) 2024.
Sedangkan terkait aspek keamanan dan kenyamanan investasi, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, Kombes Pol Roy Hutton Marullamrata Sihombing menekankan pentingnya stabilitas sebagai landasan iklim usaha.
Bahkan saat ini Polda Jatim telah berkomitmen untuk mengintensifkan pengamanan strategis proyek, penanganan konflik sosial, serta patroli objek vital.
“Kami mengimbau para investor agar mematuhi proses perizinan untuk mencegah potensi pelanggaran hukum agar terhindar dari premanisme,” ujar Kombes Pol Roy Hutton Marullamrata Sihombing
Pada forum ini ada tiga kepala daerah yang menyampaikan kondisi percepatan investasi di wilayahnya, antara lain Bupati Lamongan, Bupati Ngawi dan Bupati Nganjuk
Dimana Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, MEK, menyatakan kesiapan lahan 6 ribu hektar untuk sektor industri maritim dan pariwisata serta kebutuhannya akan infrastruktur sebagai penunjang akses.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyampaikan keunggulan logistik, lahan luas, dan upah kompetitif, namun menyoroti perlunya harmonisasi lintas instansi.
Sedangkan Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA,
menekankan efisiensi biaya investasi dan pentingnya perbaikan akses jalan provinsi untuk mendukung kawasan industri di wilayah Nganjuk.
Komitmen bersama kemudian diperkuat melalui Tanda Tangan Deklarasi Bebas
Pungli dan Premanisme antara Gubernur Jawa Timur, Kapolda Jawa Timur, dan
Bupati/Walikota se-Jawa Timur sebagai wujud komitmen untuk mendukung iklim usaha yang aman, serta investasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan digelarnya HLM Forum Investasi 2025 semakin mempertegas peran Jawa Timur sebagai pusat gravitasi
pertumbuhan ekonomi nasional, dengan investasi sebagai penggerak utama transformasi struktural sehingga dapat menciptakan kesejahteraan masyarakat. (Dsy)



























