Jatimhits.id (Ponorogo) – Ada yang unik pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-dunia yang di peringati setiap tanggal 5 Juni di Ponorogo tahun ini, 34 sekolah di Ponorogo menerima 340 Biopori.
340 Biopori ini merupakan persembahan dari Menabung Air Foundation (MAF). Penyerahan secara simbolis ini dilakukan langsung oleh Ketua Yayasan Menabung Udara bersama Wakil Bupati Ponorogo menyerahkan pipa biopori untuk ditanam 34 sekolah penerima adiwiyata tahun 2025, alun-alun Ponorogo, saat upacara memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kamis (5/6/2025)
Turut hadir Ketua DPRD Ponorogo, Wakapolres, Dandim, Forpimda, Kepala Sekolah penerima Adiwiyata 2025 serta organisasi peduli lingkungan dalam upacara yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Ponorogo ini. Upacara usai, acara dilanjutkan dengan kegiatan bersih sampah plastik di area sekitar alun-alun.

Lebih lanjut Yulia memastikan tercapainya program aksi nyata bisa berjalan di sekolah masing-masing, nantinya akan didampingi oleh para lawan untuk mendapat edukasi konservasi udara kepada para guru dan siswa, dilanjutkan dengan penanaman biopori bersama di sekolah.
“Hal ini merupakan bentuk sinergi antara Yayasan Menabung Udara dengan DLH dan Pemerintah Ponorogo untuk merealisasikan program biopori yang telah digiatkan oleh Bupati Ponorogo agar benar-benar berdampak pada lingkungan khususnya mencegah banjir,” ujarnya.
Lebih lanjut Yulia menjelaskan proses pemanfaatan tabung biopori yang menghemat, nantinya tabung biopori yang terbuat dari pipa PVC diameter sekitar 10-30 cm
yang telah di lubangi ini akan ditanam di halaman ini berisi sampah organik yang akan terurai dan membentuk kompos alami. Tujuan utama biopori adalah untuk mengurangi perlindungan udara dan meningkatkan kualitas tanah.
“Selain meningkatkan daya resep udara, terutama air hujan bisa langsung meresap ke dalam tanah,sehingga mengurangi risiko jenis udara dan banjir. Mengurangi sampah organik. Dimana: sampah organik yang dimasukkan ke dalam biopori akan terurai menjadi kompos, mengurangi jumlah sampah dan meningkatkan kesuburan tanah. Karena proses kompos di dalam biopori menghasilkan nutrisi yang baik untuk tanaman,” jelasnya
Seperti diketahui bahwa Menabung Air Foundation (MAF) merupakan yayasan amal yang berkomitmen mengatasi krisis udara dan banjir di Indonesia melalui solusi berbasis alam, khususnya teknologi biopori.
Dimana MAF menggabungkan aksi nyata penanaman biopori dengan edukasi berkelanjutan untuk masyarakat, perusahaan dan pemerintah.
Dengan jaringan relawan di lebih dari 10 Kota Indonesia, MAF telah menanam biopori yang menyelamatkan jutaan liter air tanah, sekaligus menciptakan kesadaran kolektif masyarakat serta pentingnya konservasi udara.
Sejak diluncurkan tiga bulan lalu, Menabung Air Foundation telah menjangkau lebih dari 13.743 individu, menanam lebih dari 1.755 lubang biopori, melibatkan 40 sekolah, serta menjalin kemitraan lintas sektor di 11 kabupaten/kota, termasuk di Jawa Timur, Jakarta, Bogor, hingga Makassar.
DIharapkan dengan adanya aksi yang dilakukan Menabung Air Foundation (MUF) semakin meningkatkan kesadaran kita akan pentingnya menjaga lingkungan dimulai sejak dini. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan menjaga lingkungan alam di Indonesia. (Dea)

























