Jatimhits.id (Surabaya) – Bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah, Ulama internasional, As-Syeikh Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jailani baru saja peluncuran dua kitab yaitu Kitab Nashaih Al Jailani dan Kitab Nahrul Qadiriyah sekaligus Pelantikan PW DMI Jawa Timur Masa Khidmat 2025 – 2030 yang di gelar di Gedung Islamic Center Surabaya
Acara yang juga menghadirkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta para kyai dari beberapa pondok pesantren di Jawa Timur.
Pada kesempatan ini Khofifah menyampaikan penghormatan yang mendalam atas kehadiran cicit ke-23 Sulthanul Aulia Syekh Abdul Qodir Jailani di Jawa Timur.
“Kami mengucapkan ahlan wasahlan wa marhaban, selamat datang Al Mukarom As-Sayid As-Syarif Syech Prof.DR.Muhammad Fadhil Jailani di Jawa Timur.Semoga kehadirannya membawa berkah dan menjadikan warga Jawa Timur semakin guyub rukun serta bersatu membangun bangsa,” ucap Khofifah.
Lebih lanjut, Khofifahengatalan bahwa Dua kitab monumental, yakni Nashaih Al Jailani dan Nahrul Qadiriyah, yang diluncurkan ini merupakan karya besar bukan sekadar sastra, melainkan pedoman hidup yang sarat dengan pesan nasehat serta sejarah agung kehidupan Syekh Abdul Qodir Jailani.
Selain itu, pada kesempatan ini juga digelar momen pelantikan pengurus baru PW DMI Jawa Timur Khidmat 2025 – 2030.
Dengan dilantiknya pengurus baru PW DMI Jawa Timur Khidmat 2025 – 2030 ini diharapkan bisa semakin memakmurkan masjid di Jawa Timur, yang jumlahnya mencapai 53.524 unit pada tahun 2025.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya ucapkan selamat atas pelantikan PW DMI Jatim. Semoga masjid-masjid kita semakin merasakan kehadiran DMI dalam mendorong kesejahteraan dan kemajuan bersama,” kata Khofifah.
Selain itu pada kesempatan ini dapat memperkuat komitmen Pemprov Jatim dalam pembangunan sumber daya manusia berbasis religiusitas, karakter religius masyarakat Jawa Timur menjadi identitas yang tak tergantikan.
“Warga Jawa Timur adalah masyarakat yang religius, mencintai ulama dan habib, serta hidup dalam semangat gotong royong. Hal itu tampak dari kecintaan terhadap peringatan hari besar keagamaan, pengajian, hingga tradisi sholawatan,” ungkapnya.
Pada kesempatan ini juga disampaikan secara simbolis disampaikan Uang Kehormatan Imam Masjid (UKIM) sebesar Rp2,5 juta per tahu kepada 78.799 imam masjid Se Jawa Timur
“Semua itu merupakan bentuk perhatian Pemprov Jatim agar para imam semakin bangga mengabdi di masjid. Harapannya, mereka lebih bersemangat dalam memakmurkan masjid,” tegasnya.
Sementara itu Ketua PW DMI Jawa Timur, KH Muhammad Syujak, memberikan penghargaan tinggi kepada Gubernur Khofifah yang dinilainya sebagai pemrakarsa UKIM.
“Kalau dihitung, sudah tujuh tahun sejak beliau menjabat, UKIM terus diberikan. Jawa Timur adalah satu-satunya provinsi yang punya program ini,” ujar KH Syujak.
Ia menambahkan, tahun 2025 saja UKIM disalurkan kepada 12.500 imam masjid dengan nilai Rp31,25 miliar. Seluruh bantuan ditransfer langsung ke rekening penerima, sehingga transparansi benar-benar terjamin.
“Tidak ada pengendapan dana, tidak ada kekurangan. Semua berdasarkan nama, alamat, rekening,” tegasnya. (Dsy)

























