Jatimhits.id (Gresik) – Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, dimana kondisi harga minyak yang tidak stabil akibat perang Amerika-Iran, namun kondisi ketahanan pangan nasional saat ini menunjukkan tren yang sangat positif.
Khususnya Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola oleh Perum Bulog telah mencapai 5,32 juta ton per pertengahan Mei 2026. Angka ini diprediksi masih akan terus bertambah hingga mencapai 5,5 juta hingga 6 juta ton. Capaian ini merupakan rekor tertinggi dalam sejarah Indonesia dan dinilai mampu menjamin ketersediaan beras hingga 11 bulan ke depan. Hal ini disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat meninjau gudang penyimpanan beras Bulog di Gudang Sewa Bulog, Kawasan Pergudangan Bumi Maspion, Kabupaten Gresik beberapa waktu yang lalu.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas stok pangan nasional, khususnya beras, yang saat ini disebut mencapai level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.
“Alhamdulillah stok beras kita aman hingga Bulan Mei 2026 mencapai 5,32 juta ton. Angka ini masih bisa bertambah hingga 6 juta ton. Jumlah ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir atau panik memborong beras” kata Amran di dampingi Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani.

Lebih lanjut Amran menjelaskan bahwa berdasarkan data Kementerian Pertanian RI dan FAO, produksi beras nasional saat ini berada di kisaran 34,6 juta ton. Dari angka produksi tersebut, Indonesia mencatat surplus beras sekitar 4 juta ton.
“Saat ini produksi beras mencapai 34,6 juta ton. Dan dari angka produksi tersebut, Indonesia mencatat surplus beras sekitar 4 juta ton, Ini adalah pencapaian luar biasa dalam 25 tahun terakhir,” tegasnya
Selain itu saat ini Jawa Timur menduduki
posisi tertinggi sebagai lumbung pangan utama dan pilar penting dalam ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Lebih lanjut Amran juga menjelaskan bahwa saat ini Jawa Timur juga masih menjadi provinsi dengan LBS terluas di Indonesia. Total luas lahan sawah baku di Jawa Timur mencapai 1.214.909 hektar, atau memberikan kontribusi sebesar 16,28% terhadap total lahan sawah nasional.
Tidak hanya beras stok jagung juga masih aman. Terbukti pada akhir pekan lalu 17 Mei 2026, baru saja diselenggarakan Panen Raya Jagung Nasional Kuartal II yang dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Panen raya ini mencakup 629 hektar lahan jagung. Tuban sendiri merupakan kawasan penghasil jagung terbesar di wilayah Jawa Timur.
Stok beras yang berlimpah, perlu gudang yang sangat luas. Saat ini kapasitas gudang asli Bulog hanya sekitar 3 juta ton. Oleh karena itu pemerintah telah menyewa tambahan kapasitas gudang sebesar 2 juta ton. Bahkan saat ini Bulog juga tengah mempersiapkan pembangunan 100 gudang baru untuk menyimpan cadangan pangan, termasuk beras dan jagung.
“Selain bisa melihat langsung stok beras, saya ke sini (Gresik) untuk melihat langsung kondisi gudang yang di sewa Bulog,” ujar Amran.

Bahkan pada kesempatan ini Amran juga berdialog dengan Pengamat pangan, mahasiswa (BEM) berbagai perguruan tinggi di Surabaya dan satgas pangan serta masyarakat di sekitar Gresik.
Dengan adanya dialog dan diskusi langsung ini Mentan bisa menyampaikan langsung capaian yang telah dilakukan pemerintah termasuk penindakan tegas terhadap pelanggaran tata niaga. Di sisi lain Mentan juga bisa mendengar langsung keluh kesah mahasiswa, dan masyarakat, sehingga diharapkan bisa terjalin sinergitas antara pemerintah, Bulog, dan masyarakat. (Dsy)























