• Latest
  • Trending
  • All
59 Tahun Bulog Mengawal dan Manjaga Pangan,  Siap Menatap Masa Depan Kedaulatan Pangan di Tengah Krisis Global

59 Tahun Bulog Mengawal dan Manjaga Pangan,  Siap Menatap Masa Depan Kedaulatan Pangan di Tengah Krisis Global

May 18, 2026
Mentan Jamin Stok Beras Aman Sampai 11 Bulan ke Depan, Masyarakat Jangan Panik

Mentan Jamin Stok Beras Aman Sampai 11 Bulan ke Depan, Masyarakat Jangan Panik

May 18, 2026
Rawat Hubungan 7 Abad, Jatim dan Yaman Pererat Kerja Sama Strategis

Rawat Hubungan 7 Abad, Jatim dan Yaman Pererat Kerja Sama Strategis

May 18, 2026

May 18, 2026
Membludak! 156 Ribu Lebih Warga Gunakan Commuter Line Surabaya di Momen Libur Panjang

Membludak! 156 Ribu Lebih Warga Gunakan Commuter Line Surabaya di Momen Libur Panjang

May 18, 2026
Hak atas Rasa Aman dan Keadilan Dipertanyakan, Keluarga M Soleh Bertahan di Rumah Miring dan Retak

Hak atas Rasa Aman dan Keadilan Dipertanyakan, Keluarga M Soleh Bertahan di Rumah Miring dan Retak

May 18, 2026
Perkuat Ketahanan Pangan dan Pengendali Inflasinya, Bank Indonesia dan Pemerintah Resmikan GPIPS di Sidoarjo

Perkuat Ketahanan Pangan dan Pengendali Inflasinya, Bank Indonesia dan Pemerintah Resmikan GPIPS di Sidoarjo

May 14, 2026

Bukan Sekadar Seremoni, Peringatan Hardiknas 2026 Jadi Langkah Jatim Wujudkan Prestasi Pendidikan yang Gemilang

May 4, 2026
Tiga Supir Pelaku Pengeroyokan Polisi di SPBU Kenjeran Terancam Hukuman Berat

Tiga Supir Pelaku Pengeroyokan Polisi di SPBU Kenjeran Terancam Hukuman Berat

April 30, 2026
Prosesi Wisuda Unesa Periode 119 Kukuhkan 1.416 Wisudawan, Siap Hadapi Tantangan Teknologi Global

Prosesi Wisuda Unesa Periode 119 Kukuhkan 1.416 Wisudawan, Siap Hadapi Tantangan Teknologi Global

April 30, 2026
Polda Jatim Bongkar Modus Mafia di Jatim Akali Barcode SBPU dan Gunakan “Truk Helikopter” Timbun BBM Subsidi

Polda Jatim Bongkar Modus Mafia di Jatim Akali Barcode SBPU dan Gunakan “Truk Helikopter” Timbun BBM Subsidi

April 30, 2026

UTBK-SNBT 2026 di Universitas Airlangga: 16.672 Peserta Bersaing di 22 Ruang Ujian

April 28, 2026
Surabaya Bersiap! ISOPLUS Marathon 2026 Digelar 4 Oktober, Targetkan 10.000 Pelari

Surabaya Bersiap! ISOPLUS Marathon 2026 Digelar 4 Oktober, Targetkan 10.000 Pelari

April 19, 2026
Monday, May 18, 2026
No Result
View All Result
Jatim Hits
  • Peristiwa
  • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Gaya Hidup
    • Kuliner
    • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
  • Tragedi
    • Kriminal
  • Etalase
  • Inspirasi Tokoh
    • Sepenggal Cerita
  • Nusantara
  • TV
  • Adv
Jatim Hits
No Result
View All Result
Home Ekonomi

59 Tahun Bulog Mengawal dan Manjaga Pangan,  Siap Menatap Masa Depan Kedaulatan Pangan di Tengah Krisis Global

by jatimhits
May 18, 2026
in Ekonomi
59 Tahun Bulog Mengawal dan Manjaga Pangan,  Siap Menatap Masa Depan Kedaulatan Pangan di Tengah Krisis Global

Petugas Bulog Jatim sedang melakukan pengecekan stok beras di Gudang Bulog Jatim di Sidoarjo

Share on FacebookShare on Twitter

Jatimhits.id (Surabaya) — Lebih dari setengah abad bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah bangsa untuk mempertahankan salah satu pilar paling krusial yaitu masalah pangan ditengah kondisi ekonomi yang bisa dikatakan tidak baik baik saja.

Belum lagi memasuki usia ke-59 tahun keberadaan Bulog untuk mengawal pangan nasional saat ini berada di persimpangan jalan yang menantang. Saat ini tidak lagi sekedar urusan perut dan kecukupan stok di pasar tradisional, ketahanan pangan telah bertransformasi menjadi fondasi utama pertahanan negara sekaligus untuk menentukan kualitas generasi masa depan.

Di tengah perubahan ancaman iklim yang ekstrem, penyusutan lahan pertanian, serta geopolitik global yang tidak disebutkan, refleksi 59 tahun ini menjadi momentum krusial untuk memetakan kembali strategi kedaulatan pangan demi menyongsong Indonesia Emas.

Refleksi Historis Dari Swasembada hingga Digitalisasi Pertanian

Tidak dipungkiri perjalanan panjang pengelolaan pangan di Indonesia terus mengalami evolusi. Sejak dekade 1960-an, fokus utama pada infrastruktur pangan adalah stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok, terutama beras. Indonesia pernah mencatat tinta emas saat mencapai swasembada beras pada tahun 1984, sebuah pencapaian yang diakui dunia internasional melalui FAO.

Dan tahun ini juga mencatat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola oleh Perum Bulog telah mencapai 5,32 juta ton per pertengahan Mei 2026. Angka ini diprediksi masih akan terus bertambah hingga mencapai 5,5 juta hingga 6 juta ton. Capaian ini merupakan rekor tertinggi dalam sejarah Indonesia dan dinilai mampu menjamin ketersediaan beras hingga 11 bulan ke depan.

IMG20260419104612
Stok beras di Gudang Bulog Jawa Timur

Namun perlu diingat tantangan yang dihadapi saat ini terus mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan teknologi yang terjadi saat ini.

Dimana saat ini konsep ketahanan pangan tidak lagi berbasis kuantitas semata, melainkan bergeser ke arah pelestarian pangan yang berkelanjutan, mandiri, dan berbasis pemanfaatan teknologi data pintar (smart farming) mengikuti perkembangan teknologi.

Oleh karena itu untuk melihat sejauh mana kekuatan pangan kita hari ini, angka dan data di lapangan berbicara mengenai pencapaian sekaligus alarm yang harus diwaspadai antara lain

1. Produksi dan konsumsi Domestik.

Untuk bahan pokok beras saat ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional rata-rata berada di kisaran 30 hingga 31 juta ton per tahun. Sementara itu, tingkat konsumsi langsung masyarakat berada di angka sekitar 28,5 juta ton. Meskipun secara matematis terlihat surplus, margin yang tipis ini sangat rentan terhadap gangguan cuaca.

Selain itu, saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan besar pada ketergantungan impor untuk beberapa strategi komoditas. Impor gandum (100% dari luar negeri), kedelai (di atas 80% untuk kebutuhan tahu dan tempe), serta bawang putih dan daging sapi masih menjadi catatan yang memerlukan substitusi lokal secara bertahap.

2. Indeks Ketahanan Pangan (IKP)

Berdasarkan Global Food Security Index (GFSI), posisi ketahanan pangan Indonesia terus mengalami pembekuan namun menunjukkan tren perbaikan pada aspek keterjangkauan (affordability).

Namun, saat ini Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah besar pada aspek ketersediaan (availability) serta kualitas dan keamanan (quality and safety).

Selain itu ada 3 “musuh utama” pertanian modern saat ini antara lain,

1. Dampak Nyata Perubahan Iklim (El Nino & La Nina)

Siklus cuaca yang tidak memperpendek masa tanam dan meningkatkan risiko gagal panen (puso). Pola hujan yang bergeser membuat kalender tanam tradisional tidak lagi akurat, sehingga memerlukan intervensi teknologi meteorologi yang presisi bagi petani.

2. Pengalihan Fungsi Lahan Pertanian

Setiap tahun, ribuan hektar lahan sawah produktif di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur beralih fungsi menjadi kawasan industri dan perumahan.

Berdasarkan Data Kementerian ATR/BPN menunjukkan laju alih fungsi lahan sawah mencapai 50.000 hingga 70.000 hektare per tahun. Jika tidak diatur melalui konsistensi Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), kapasitas produksi nasional dipastikan akan tergerus.

3. Regenerasi Petani yang Melambat

Menjaga masa depan pangan tidak mungkin dilakukan tanpa adanya regenerasi. Saat ini, lebih dari 70% petani Indonesia berusia di atas 45 tahun. Menarik minat generasi muda (milenial dan Gen Z) untuk terjun ke sektor pertanian menjadi tantangan terbesar.

Oleh karena itu ada beberapa langkah taktis dan strategi yang kiranya dapat dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan antara lain,

1.Diversifikasi Pangan Lokal Mengurangi ketergantungan mutlak pada beras dan gandum. Optimalisasi pangan lokal seperti sagu, jagung, sorgum, dan umbi-umbian harus digalakkan bukan lagi sebagai makanan alternatif, melainkan sebagai gaya hidup sehat.

2.Modernisasi Pertanian (Pertanian Presisi)

Dimana penggunaan sensor tanah, drone penyemprot pupuk, serta pemanfaatan Big Data untuk memantau kesehatan tanaman secara real-time guna efisiensi biaya produksi.

Dengan adanya pengangkutan logistik dan rantai pasok akan memperpendek jalur distribusi dari petani ke konsumen. Hal ini untuk menekan angka kehilangan pangan (food loss and waste) yang saat ini masih mencapai 20-40% dari total produksi.

Perjalanan 59 tahun Bulog mengawal pangan telah mengajarkan satu hal yang berharga yaitu kedaulatan pangan tidak bisa diraih dengan instan. Ia adalah hasil sinergi dari kerja keras petani di sawah, inovasi para periset di laboratorium, ketegasan kebijakan pemerintah, hingga kesadaran konsumen di meja makan.

Menjaga pangan hari ini adalah jaminan bahwa generasi anak cucu kita esok hari tidak akan mengalami kelaparan di negeri yang kaya raya ini. Dirgahayu 59 tahun pengabdian mengawali pangan nasional—menjaga bumi, memberi makan bangsa, dan mengamankan masa depan. (Dsy)

Post Views: 7
Tags: 59 TahunBulogKetahan pangan
Share198SendTweet124
jatimhits

jatimhits

Related Posts

Mentan Jamin Stok Beras Aman Sampai 11 Bulan ke Depan, Masyarakat Jangan Panik

Mentan Jamin Stok Beras Aman Sampai 11 Bulan ke Depan, Masyarakat Jangan Panik

by jatimhits
May 18, 2026
0

...

Perkuat Ketahanan Pangan dan Pengendali Inflasinya, Bank Indonesia dan Pemerintah Resmikan GPIPS di Sidoarjo

Perkuat Ketahanan Pangan dan Pengendali Inflasinya, Bank Indonesia dan Pemerintah Resmikan GPIPS di Sidoarjo

by jatimhits
May 14, 2026
0

...

Akibat Skandal Naikkan Suku Bunga, KPPU Vonis 97 Pinjol Bersalah, Total Denda Rp 755 Miliar

Akibat Skandal Naikkan Suku Bunga, KPPU Vonis 97 Pinjol Bersalah, Total Denda Rp 755 Miliar

by jatimhits
March 31, 2026
0

...

EPIK Mobile Siap Jaga Stabilitas Inflasi Jatim Jelang Ramdhan dan Idul Fitri 2026

EPIK Mobile Siap Jaga Stabilitas Inflasi Jatim Jelang Ramdhan dan Idul Fitri 2026

by jatimhits
March 3, 2026
0

...

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Perahu Penyeberangan Berpenumpang 50 Orang Hanyut di Sungai Brantas Jombang

Perahu Penyeberangan Berpenumpang 50 Orang Hanyut di Sungai Brantas Jombang

December 12, 2024
Asyik Ngobrol, Pemotor Tabrak Truk Mogok di Flyover Peterongan 1 Tewas 1 Luka

Asyik Ngobrol, Pemotor Tabrak Truk Mogok di Flyover Peterongan 1 Tewas 1 Luka

November 28, 2024
Tim Gabungan Buru Pelaku Penganiayaan di Mojosongo

Tim Gabungan Buru Pelaku Penganiayaan di Mojosongo

November 28, 2024
Turunkan covid -19 , BI Jatim beri bantuan

Bank Indonesia, BMPD dan IPEBI Jatim Sumbang Alat Terapi Oksigen ke RSUD DR. Soetomo

0
CEGAH KLUSTER KELUARGA, PEMKOT SURABAYA SIAPKAN RS DARURAT DI TIAP KELURAHAN

CEGAH KLUSTER KELUARGA, PEMKOT SURABAYA SIAPKAN RS DARURAT DI TIAP KELURAHAN

0
Busukan di Kampung 1001 Malam Dupak, Gubernur Khofifah Bagi 250 Paket Sembako kepada Warga ‘Unregistered People’

Busukan di Kampung 1001 Malam Dupak, Gubernur Khofifah Bagi 250 Paket Sembako kepada Warga ‘Unregistered People’

0
Mentan Jamin Stok Beras Aman Sampai 11 Bulan ke Depan, Masyarakat Jangan Panik

Mentan Jamin Stok Beras Aman Sampai 11 Bulan ke Depan, Masyarakat Jangan Panik

May 18, 2026
59 Tahun Bulog Mengawal dan Manjaga Pangan,  Siap Menatap Masa Depan Kedaulatan Pangan di Tengah Krisis Global

59 Tahun Bulog Mengawal dan Manjaga Pangan,  Siap Menatap Masa Depan Kedaulatan Pangan di Tengah Krisis Global

May 18, 2026
Rawat Hubungan 7 Abad, Jatim dan Yaman Pererat Kerja Sama Strategis

Rawat Hubungan 7 Abad, Jatim dan Yaman Pererat Kerja Sama Strategis

May 18, 2026
Jatim Hits

Copyright © 2021 Jatimhits.

Navigate Site

  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Gaya Hidup
    • Kuliner
    • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
  • Tragedi
    • Kriminal
  • Etalase
  • Inspirasi Tokoh
    • Sepenggal Cerita
  • Nusantara
  • TV
  • Adv

Copyright © 2021 Jatimhits.