• Latest
  • Trending
  • All
Ancaman Serius Pernikahan Dini, Masa Depan Remaja Dalam Bahaya

Ancaman Serius Pernikahan Dini, Masa Depan Remaja Dalam Bahaya

November 17, 2025
Ekspansi Besar BI Tahun 2026 : Transaksi QRIS Siap Hasilkan 17 Miliar, Hadir di 8 Negara dan Bidik 45 Merchant 

Ekspansi Besar BI Tahun 2026 : Transaksi QRIS Siap Hasilkan 17 Miliar, Hadir di 8 Negara dan Bidik 45 Merchant 

February 16, 2026
Libur Imlek 2026, Lebih dari 60 Ribu Tiket KA di Daop 8 Surabaya Sudah Terjual

Libur Imlek 2026, Lebih dari 60 Ribu Tiket KA di Daop 8 Surabaya Sudah Terjual

February 14, 2026
Tahun 2025 Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,33%, BI Jawa Timur Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2026 Terjaga

Tahun 2025 Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,33%, BI Jawa Timur Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2026 Terjaga

February 11, 2026
Kolaborasi AJP dan Dinas Pendidikan Jatim Hadirkan Saresehan Pelajar Jatim 2026, Siap Tingkatkan Kreatifitas Menulis, Komunikasi dan Percaya Diri Gen Z

Kolaborasi AJP dan Dinas Pendidikan Jatim Hadirkan Saresehan Pelajar Jatim 2026, Siap Tingkatkan Kreatifitas Menulis, Komunikasi dan Percaya Diri Gen Z

February 5, 2026
Program PEGAS Jember Berhasil Perbaiki Status Gizi 90,12% Balita Stunting

Program PEGAS Jember Berhasil Perbaiki Status Gizi 90,12% Balita Stunting

January 30, 2026
inDrive Ads Siap Jadi Sumber Pendapatan Baru untuk Perkuat Ekosistem Ride-Hailing

inDrive Ads Siap Jadi Sumber Pendapatan Baru untuk Perkuat Ekosistem Ride-Hailing

January 29, 2026
Antisipasi Super Flu, Pemkot Surabaya Keluarkan SE Kewaspadaan Dini

Antisipasi Super Flu, Pemkot Surabaya Keluarkan SE Kewaspadaan Dini

January 27, 2026
Jatim Siap Jadi Pionir Talent DNA Nasional melalui Penguatan Pendidikan Berbasis Potensi Peserta Didik

Jatim Siap Jadi Pionir Talent DNA Nasional melalui Penguatan Pendidikan Berbasis Potensi Peserta Didik

January 27, 2026
Perkuat Riset Interdisipliner, ITS Hadirkan Ilmuwan Influence Bagus Muljadi

Perkuat Riset Interdisipliner, ITS Hadirkan Ilmuwan Influence Bagus Muljadi

January 24, 2026
HUT ke-53 PDI Perjuangan: DPC Surabaya Perkuat Konsolidasi Internal Menuju Pemilu 2029, Targetkan15 Kursi DPRD Kota

HUT ke-53 PDI Perjuangan: DPC Surabaya Perkuat Konsolidasi Internal Menuju Pemilu 2029, Targetkan15 Kursi DPRD Kota

January 12, 2026
Gercep, BPBD Langsung Atasi Dampak Angin Puting Beliung di Bandara Juanda

Gercep, BPBD Langsung Atasi Dampak Angin Puting Beliung di Bandara Juanda

January 10, 2026
Cuaca Ekstrem : Angin Puting Terjang Bandara Juanda Terminal T1, Puluhan Kendaraan Rusak Tertimpa Pohon

Cuaca Ekstrem : Angin Puting Terjang Bandara Juanda Terminal T1, Puluhan Kendaraan Rusak Tertimpa Pohon

January 9, 2026
Monday, February 16, 2026
No Result
View All Result
Jatim Hits
  • Peristiwa
  • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Gaya Hidup
    • Kuliner
    • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
  • Tragedi
    • Kriminal
  • Etalase
  • Inspirasi Tokoh
    • Sepenggal Cerita
  • Nusantara
  • TV
  • Adv
Jatim Hits
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Ancaman Serius Pernikahan Dini, Masa Depan Remaja Dalam Bahaya

by jatimhits
November 17, 2025
in Kesehatan, Pendidikan, Peristiwa
Ancaman Serius Pernikahan Dini, Masa Depan Remaja Dalam Bahaya

oplus_2

Share on FacebookShare on Twitter

Jatimhits.id (Surabaya) – Meskipun data menunjukkan tren positif penurunan kasus, praktik pernikahan dini di Jawa Timur masih menjadi ancaman serius  yang mengintai masa depan remaja. Berbagai risiko kesehatan fisik, mental, hingga ancaman kemiskinan dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) menjadi bayang-bayang kelam bagi pasangan yang menikah di usia anak.

Berdasarkan ​Data dari Pengadilan Tinggi Agama Surabaya mencatat adanya penurunan signifikan permohonan dispensasi kawin (Diska) dari 17.151 kasus pada tahun 2021 turun menjadi 12.334 kasus pada tahun 2023. Tren serupa juga ditunjukkan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Jatim, di mana angka pernikahan anak menurun daru 10,44 persen (2021) menjadi 8,86 persen (2023).

​Namun, angka-angka tersebut tidak lantas menjadikan isu pernikahan dini selesai. Saat ini remaja menjadi garda depan, “zero pernikahan dini”. Oleh karena itu  saat ini terus di gencarkan kampanye “stop pernikahan dini”  termasuk sosialisasi untuk menghindari menjadi “Janda Usia Sekolah (JUS)” seperti yang digelar di SMAN 19 Surabaya.

Kegiatan yang merupakan kolaborasi Pokja Instan Jurnalistik Keluarga Berencana (Pijar), berkolaborasi dengan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur, DP3APPKB Kota Surabaya, dan SMAN 19 Surabaya ini menjadi salah satu langkah strategis untuk menekan angka pernikahan dini.

Sosiaisai Ini bukan sekadar program yang terkesan menakutkan , tetapi gerakan moral yang menggugah kesadaran generasi muda untuk lebih mencintai masa depan mereka.

IMG20251110113105
Ancaman Serius Pernikahan Dini, Masa Depan Remaja Dalam Bahaya 16

Menurut Plh. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Sukamto, S.E., M.Si., saat ini remaja merupakan aset penting bangsa, calon ayah dan ibu masa depan yang perlu disiapkan dengan baik. Ia menyoroti pentingnya tiga hal yang harus dihindari generasi muda: pernikahan dini, narkoba, dan hubungan pranikah tanpa pengetahuan kesehatan reproduksi yang benar.

“Meski trend pernikahan dini menunjukkan penurunan, namun masih banyak kasus pernikahan dini di beberapa daerah Jawa Timur. Dampaknya bukan hanya pada kesiapan mental dan ekonomi, tetapi juga berpotensi melahirkan anak-anak stunting. Itulah sebabnya pemerintah mendorong agar usia ideal menikah 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki dapat benar-benar dipahami oleh para remaja,” jelas Sukamto saat menghadiri ada goes to school kampanye “Stop Pernikahan Dini agar Tidak Menjadi JUS (Janda Usia Sekolah)” di SMAN 19 Surabaya beberapa waktu yang lalu.

Ia menambahkan, terkait kegiatan kampanye dan sosialisasi ini nantinya akan terus berlanjut  ke beberapa sekolah termasuk di tingkat SMP dan pondok pesantren,.

“Kami berharap kolaborasi seperti ini menjadi langkah kecil menuju zero pernikahan usia dini di Jawa Timur,” ujarnya penuh harap.

Sementara itu, Agustina Pertiwiningrum, Kepala SMAN 19 Surabaya, menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini di sekolah yang dipimpinnya. Baginya, edukasi seperti ini sangat penting untuk membentengi siswa dari keputusan-keputusan yang bisa merugikan masa depan mereka.

“Program ini sangat membantu sekolah. Anak-anak perlu tahu risiko dan dampak dari pernikahan dini. Kami berharap mereka bisa fokus pada pendidikan dan menggapai cita-cita sebelum memikirkan pernikahan,” ujarnya.

Agustina juga menjelaskan bahwa saat ini di SMAN 19 Surabaya telah dibentuk Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dan PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja), yang menjadi ruang aman bagi siswa untuk berbagi cerita atau untuk mendapat pendampingan.

“Melalui SSK dan PIK-R, kami membentuk konselor sebaya yang siap mendengarkan curhatan teman-temannya. Sekolah harus menjadi tempat ternyaman bagi anak-anak, tempat mereka tumbuh tanpa takut dihakimi,” tambahnya penuh empati.

Di tempat yang sama Ketua Pokja PIJAR, Tunggal Teja Asmara, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian jurnalis terhadap masa depan generasi muda.

“Kami ingin menyampaikan pesan moral bahwa pernikahan dini bukan solusi, melainkan awal dari banyak masalah. Melalui edukasi ini, kami ingin membangun kesadaran, memperkuat karakter, dan menumbuhkan semangat generasi muda untuk merencanakan masa depan dengan matang,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara jurnalis, pemerintah, dan sekolah terus berlanjut. “Kegiatan ini adalah awal dari gerakan berkelanjutan. Semoga dari SMAN 19 Surabaya, pesan ini menyebar ke sekolah-sekolah lain di seluruh Jawa Timur,” tegasnya.

Kegiatan edukasi yang diikuti sekitar 500 siswa itu berjalan lancar dan penuh semangat. Para siswa tampak aktif bertanya dan berbagi pandangan tentang masa depan, cita-cita, serta pentingnya menjaga diri dari risiko pernikahan dini.

Gerakan “Stop Pernikahan Dini agar Tidak Menjadi JUS (Janda Usia Sekolah)” bukan hanya sekadar edukasi, tetapi bentuk kasih dan kepedulian terhadap masa depan anak-anak bangsa.

Diharapkan dengan digelarkan sosialisasi ini bisa menambah wawasan mereka menjadi lebih luas, mereka bukan sekadar murid di sekolah, tetapi mereka adalah harapan negeri yang perlu dijaga, dibimbing, dan dikuatkan agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berdaya, dan berakhlak mulia. (Dsy)

Post Views: 57
Tags: Bahaya pernikahan diniBKKBN Prov JatimPokja Instan Jurnalistik Keluarga Berencana (Pijar)SMAN 19 SurabayaStop pernikahan dini
Share198SendTweet124
jatimhits

jatimhits

Related Posts

Kolaborasi AJP dan Dinas Pendidikan Jatim Hadirkan Saresehan Pelajar Jatim 2026, Siap Tingkatkan Kreatifitas Menulis, Komunikasi dan Percaya Diri Gen Z

Kolaborasi AJP dan Dinas Pendidikan Jatim Hadirkan Saresehan Pelajar Jatim 2026, Siap Tingkatkan Kreatifitas Menulis, Komunikasi dan Percaya Diri Gen Z

by jatimhits
February 5, 2026
0

...

Program PEGAS Jember Berhasil Perbaiki Status Gizi 90,12% Balita Stunting

Program PEGAS Jember Berhasil Perbaiki Status Gizi 90,12% Balita Stunting

by jatimhits
January 30, 2026
0

...

Perkuat Riset Interdisipliner, ITS Hadirkan Ilmuwan Influence Bagus Muljadi

Perkuat Riset Interdisipliner, ITS Hadirkan Ilmuwan Influence Bagus Muljadi

by jatimhits
January 24, 2026
0

...

Misi Kemanusian, UNUSA Kirim Tenaga Medis ke Aceh , Fokus Jaga Kesehatan Kelompok Rentan

Misi Kemanusian, UNUSA Kirim Tenaga Medis ke Aceh , Fokus Jaga Kesehatan Kelompok Rentan

by jatimhits
December 22, 2025
0

...

Jatim Hits

Copyright © 2021 Jatimhits.

Navigate Site

  • Redaksi

Follow Us

No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Teknologi
  • Gaya Hidup
    • Kuliner
    • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
  • Tragedi
    • Kriminal
  • Etalase
  • Inspirasi Tokoh
    • Sepenggal Cerita
  • Nusantara
  • TV
  • Adv

Copyright © 2021 Jatimhits.